"Saya banyak berbicara dengan para pemain. Saat saya berbicara dengan mereka, saya menyadari bahwa mereka sangat lelah secara fisik dan mental. Mereka berlatih tanpa istirahat dan permainan tidak berjalan sesuai keinginan, sehingga ada beberapa bagian yang sulit," kata pelatih Red Sparks Ko Hee jin.
Para pemain pun membalas kepercayaan itu dengan meraih kemenangan telak 3-0. Kemenangan ini menjaga asa Red Sparks di posisi keempat denan 15 poin.
Sekaligus mempersempit selisih poin dengan peringkat ke-3 IBK Altos (8 menang, 3 kalah, 21 poin). Red Sparks mengubah suasana hati dan menjadi lebih kuat mengincar lompatan ke depan.
Baca Juga: Red Sparks Bangkit dengan Kemenangan Dramatis, Megawati Cetak 23 Poin
"Mereka melakukan pekerjaan yang sempurna. Para penggemar yang mencintai Red Sparks pasti sudah menunggu lama. Saya harap ini adalah pertandingan yang menyenangkan bagi mereka, meskipun hanya sedikit."
Bagaimana Ko Hee jin mencoba untuk lebih dekat dengan para pemain? Ia berkata, “Saya harus menggerakkan hati mereka. Saya seharusnya lebih memahami hati para pemain. Tapi saya pikir itu karena saya masih kurang pengalaman dalam bola voli wanita."
"Saya merasakan banyak hal kali ini. Saya memeriksa emosi para pemain dengan saksama. Saya merasakan lagi bahwa mereka mengalami kesulitan ketika permainan tidak berjalan dengan baik. Saya dapat berbicara secara terbuka, dan saya berterima kasih kepada mereka karena telah berbicara dengan jujur. Saya pikir ini adalah komunikasi yang sebenarnya,” katanya, menekankan ‘komunikasi.’
Baca Juga: Jadwal Lengkap Tes Resmi MotoGP 2025
Kapten Yeom Hye-seon juga mengunjungi ruang wawancara dengan ekspresi cerah.
“Ketika kami kalah dalam permainan, saya pikir kami menunjukkan penampilan yang lemah. Jadi para pemain juga sangat tertekan. Tapi pada akhirnya, kami harus menang. Saya senang bahwa kami dapat membalas mereka dengan penampilan yang baik setelah berbicara satu sama lain dengan baik,” ujarnya tersenyum penuh kemenangan.
Mengenai komunikasi dengan pelatih Ko Hee jin, menjelaskan, “Saya pikir ada hal-hal yang membuat kami berdua frustrasi. Kami berbicara secara terbuka, dan saya pikir kami menunjukkan kepercayaan satu sama lain. Saya rasa kami mengatasinya dengan baik.” Ia menambahkan, “Pelatih banyak memikirkan para pemain.”