Pada menit ke-74, Letexier kembali memberikan penalti untuk Guinea setelah Alfeandra Dewangga melakukan tekel terhadap Algassime Bah.
Baca Juga: Ranking BWF Terbaru: Lonjakan Ganda Putra Indonesia, Ginting & Jonatan Terjun Bebas
Padahal, dalam tayangan ulang, tekel Dewangga terlihat mengenai bola lebih dulu.
Beruntung bagi Indonesia, eksekusi penalti tersebut gagal dikonversi menjadi gol oleh Guinea.
Namun, keputusan Letexier terus merugikan Indonesia ketika ia mengusir pelatih Shin Tae-yong dengan kartu merah akibat protes keras terhadap kepemimpinannya.
Baca Juga: Swiss Open 2025: Banjir Pemain Unggulan Mundur
Letexier juga tidak lepas dari kontroversi saat memimpin pertandingan di Liga Prancis, tempat ia berkarier sebagai wasit.
Salah satu keputusan yang paling disorot terjadi saat pertandingan antara Saint-Etienne vs Le Havre pada 20 Oktober 2022.
Dalam laga tersebut, Letexier memberikan empat kartu merah untuk tim tuan rumah.
Baca Juga: Helmut Marko Kesal dengan Tangisan Isack Hadjar di Grand Prix Australia, Memalukan!
Keputusan ini dianggap berlebihan dan memicu kemarahan besar dari para pemain serta suporter.
Tak lama setelah itu, pada 24 Oktober 2022, Letexier kembali memicu kontroversi saat Nantes bertandang ke markas Nice.
Dalam laga tersebut, Letexier tidak memberikan penalti kepada Nantes meski bola terlihat jelas mengenai tangan pemain Nice, Mattia Viti.
Baca Juga: Tidak Terima Dikalahkan Newcastle United, Virgil van Dijk Kirim Pesan Lewat Intagramnya
Sebaliknya, ia justru memberikan penalti kontroversial untuk Nice dan mengganjar dua pemain Nantes dengan kartu merah.
Artikel Terkait
Bojan Hodak: Edo Febriansah Sudah Over Used dan Diganti Zalnando
Buntut Sanksi Komdis PSSI, Pelatih Persija Carlos Pena Siapkan Pengganti Maciej Gajos dan Gustavo Almeida
Daud Yordan Mundur, Penggantinya Siap Hancurkan Rencana George Kambosos Jnr
Pemain Timnas Indonesia Terbang Ribuan Kilometer Demi Merah Putih, Demi Garuda Mendunia
Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Australia, Ada Nobar di Gelora Bung Karno