Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Liga Champions, belum pernah El Real kalah dengan selisih tiga gol di leg pertama fase gugur.
Hal ini tentu menempatkan mereka dalam situasi yang sangat sulit untuk membalikkan keadaan pada leg kedua nanti.
Kendati demikian, Carlo Ancelotti tetap menunjukkan sikap optimistis.
Pelatih asal Italia itu tidak ingin timnya larut dalam pesimisme.
Baca Juga: Jorge Martin Siap Menggeber Aprilia RS-GP25 di GP Qatar
Dalam pernyataannya yang dikutip dari BBC, Ancelotti mengatakan, "Selalu ada saat pertama untuk segala hal, Anda harus mencoba."
Dengan menaikkan alis dan menyeringai, Ancelotti bahkan menegaskan, "Kebangkitan dimulai malam ini," seakan menyiratkan bahwa ia sudah menyiapkan strategi untuk membalas kekalahan di pertemuan selanjutnya.
Meski tidak pernah menghadapi defisit tiga gol sebelumnya di Liga Champions, Real Madrid bukan tanpa sejarah comeback.
Baca Juga: Mantan Pelatih Chris Eubank Kasih Bocoran Kepada Conor Benn Jelang Pertarungan Dendam
Salah satu kebangkitan paling ikonik terjadi pada musim 2015-2016 saat mereka mengalahkan Wolfsburg 3-0 di leg kedua setelah sebelumnya kalah 0-2.
Kala itu, Cristiano Ronaldo mencetak hat-trick yang membawa Los Blancos lolos ke semifinal.
Madrid juga bisa belajar dari klub-klub lain yang pernah membalikkan defisit besar.
Baca Juga: Zainudin Amali Soroti Peran Kompetisi Liga 1 dan EPA dalam Transformasi Sepak Bola Indonesia
Deportivo La Coruna pada musim 2003-2004 mampu menang 4-0 atas AC Milan setelah kalah 1-4 di leg pertama.
Artikel Terkait
Persib akan Ladeni Borneo FC Tanpa Pemain Inti, Nick Kuipers: Semua Baik-baik Saja
Tampil Solid, Mathew Baker Tuai Pujian Usai Antar Timnas U-17 Indonesia ke Perempat Final
Momen Mengejutkan Suporter Aston Villa dan PSG Tawuran di Paris
Red Sparks dan Megawati Resmi Berpisah, Tidak Perpanjang Kontrak Demi Keluarga
Jonatan Kerja Keras Lewati Babak Pertama Badminton Asia Championship 2025