SportlinkNews - Ajang Piala Pertiwi, termasuk Piala Pertiwi U-14 & U-16 All Stars 2025 dinilai sebagai wadah strategis untuk mengangkat potensi tersembunyi sepak bola putri yang selama ini belum mendapat cukup ruang.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, saat menghadiri laga semifinal di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu, 12 Juli 2025.
"Piala Pertiwi ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola putri sudah berada di jalur yang benar. Tapi ini tidak bisa dikerjakan oleh PSSI saja. Semua stakeholder harus dilibatkan," ujar Erick.
PSSI memang terfokus pada membangun tim nasional, namun, menurutnya, pembinaan akar rumput tetap menjadi perhatian serius pihaknya.
Baca Juga: Chelsea Goda Donnarumma Jelang Final Piala Dunia Klub 2025, PSG Terancam Gagal Perpanjang Kontrak
Untuk itu pihaknya membuka kolaborasi seluas-luasnya dengan sektor swasta seperti Djarum Foundation dan kementerian terkait untuk sama-sama mendukung.
Karena itu lah, Erick mengundang secara Wamen PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Veronica Tan, untuk menyaksikan langsung jalannya turnamen.
Kehadiran pemerintah, menurut Erick, penting untuk memastikan bahwa pembinaan usia dini ini juga masuk dalam program lintas kementerian.
"Saya sengaja undang Bu Vero agar melihat sendiri bagaimana turnamen seperti ini menciptakan ruang belajar dan kompetisi yang sehat bagi anak-anak perempuan. Harapannya nanti program sepak bola putri bisa masuk ke sekolah-sekolah," ungkapnya.
Baca Juga: Kembali ke Lapangan, Dedi Kusnandar Nyaris Frustasi karena Cedera Parah yang Dialaminya
Ia menambahkan bahwa program pembinaan yang digagas sejak 2023 telah menjaring lebih dari 16.000 talenta muda dari kelompok usia U-8 hingga U-16. Bahkan, top skorer di ajang ini masih berusia 12 tahun namun sudah mencetak 10 gol.
"Ini cikal bakal timnas kita ke depan. Jadi Piala Pertiwi bukan sekadar turnamen, tapi fondasi untuk masa depan sepak bola putri Indonesia," katanya.
Sementara itu, Wamen PPPA Veronica Tan menyebut Piala Pertiwi sebagai contoh ruang aman dan setara yang memberi kesempatan yang sama bagi anak-anak perempuan untuk berkembang di dunia olahraga.
"Piala Pertiwi ini adalah ruang yang sangat kami apresiasi. Di sinilah anak-anak perempuan bisa punya jam bermain yang cukup, yang adil, yang sama dengan laki-laki," ujar Veronica.
Baca Juga: Data dan Fakta Gelandang Baru Arsenal Christian Norgaard Diincar Sejak 2021
Ia menyatakan komitmennya untuk mendorong program pembinaan sepak bola putri di tingkat akar rumput, termasuk pelatihan di sekolah sepak bola (SSB) dan edukasi untuk para orang tua.
"Yang penting sekarang adalah bagaimana kita mengedukasi orang tua, bahwa anak perempuan juga layak diberi kesempatan yang sama untuk berkembang lewat olahraga. Ini soal kesetaraan," imbuh Veronica.
"Lalu bisa memiliki peluang bertanding yang sama dengan Liga laki-laki. Jadi ke depannya, saya akan mendorong pemerintahan daerah di seluruh Indonesia agar latihan SSB (Sekolah Sepak Bola), ada jamnya buat anak-anak perempuan juga," tambah kemudian.
Artikel Terkait
Mo Salah dan Adidas Beri Kejutan Inspiratif untuk Tim Sepak Bola Putri Liverpool
Olimpiade LA28: Kuota Sepak Bola Putri Bertambah, Jumlah Peserta Putra Berkurang
PSSI Gandeng Djarum Fondation, Kembangkan Sepak Bola Putri di Akar Rumput
Usai Gagal di Kualifikasi, Erick Thohir Soroti Realitas Sepak Bola Putri Indonesia
PSSI Bangun Fondasi Liga Putri Lewat Pramusim Empat Klub di 2026