SportlinkNews - PSSI melalui Ketua Komite Wasit, Yoshimi Ogawa, akhirnya angkat bicara terkait sorotan terhadap kinerja wasit di beberapa laga jelang akhir musim Super League 2025/2026.
Evaluasi tersebut disampaikan dalam Refereeing Workshop for Media di GBK Arena, Kamis, 23 April 2026.
Ogawa mengaku performa wasit hingga pekan ke-28 menunjukkan tren positif dibanding awal musim, meski kesalahan masih terjadi.
Baca Juga: McDaniels Sindir Pertahanan Nuggets, Gim 3 Kian Sengit
Ia menegaskan, proses pembinaan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di lapangan.
"Kalau dibandingkan awal musim, ada perbaikan. Tapi tentu masih ada kesalahan dan itu menjadi bagian dari proses pengembangan wasit," ungkapnya.
Sorotan utama tertuju pada keputusan kontroversial dalam laga Dewa United kontra Persib Bandung, khususnya gol pembuka yang dicetak Alex Martin. Dalam momen tersebut, muncul dugaan bola telah keluar lapangan sebelum gol tercipta.
Baca Juga: Thunder Menang Besar atas Suns, Cedera Jalen Williams Jadi Catatan
Menurut Ogawa, keputusan wasit diambil berdasarkan komunikasi dengan asisten wasit yang memiliki sudut pandang berbeda. Ia menegaskan bahwa penilaian sangat bergantung pada posisi dan angle penglihatan di lapangan.
"Wasit mendapat konfirmasi dari asisten bahwa bola masih dalam permainan. Ini soal sudut pandang, karena dari sisi tertentu terlihat keluar, tapi dari sisi lain belum sepenuhnya keluar," jelasnya.
Ia bahkan membandingkan insiden tersebut dengan momen serupa pada Piala Dunia 2022 saat laga Jepang melawan Spanyol, di mana gol tetap disahkan meski bola tampak melewati garis.
Baca Juga: Hasil Super League: Bali United Curi Poin Penuh di Banten, PSM Gulung Persik
Selain itu, Ogawa juga menyoroti gol kedua Dewa United melalui Ricky Kambuaya yang turut memicu perdebatan. Ia menekankan pentingnya konsistensi antara wasit utama, asisten, dan VAR dalam setiap keputusan.
Terkait penggunaan teknologi, Ogawa menjelaskan bahwa kamera garis gawang belum menjadi komponen wajib dalam sistem VAR. Namun, ia mengakui keberadaan teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan akurasi keputusan.
"VAR hanya akan mengoreksi jika ada bukti yang sangat jelas. Jika tidak, keputusan awal di lapangan harus tetap dipertahankan," tegasnya.
Baca Juga: Tutup Pengabdian Sedekade, John Stones Segera Tinggalkan Manchester City
Di luar aspek teknis, Ogawa juga menyoroti pentingnya keselamatan perangkat pertandingan serta mengecam keras tindakan rasisme dan hinaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa nilai sportivitas dan kemanusiaan harus dijunjung tinggi.
Menutup pernyataannya, Ogawa memastikan tidak ada perlakuan khusus terhadap wasit di fase akhir musim. Menurutnya, setiap pertandingan memiliki tingkat kepentingan yang sama sejak awal kompetisi.
Artikel Terkait
Klarifikasi PSSI Terkait Isu Shin Tae-yong Menangani Timnas Kelompok Umur
PSSI Rayakan 96 Tahun, Tegaskan Persatuan dan Target Piala Dunia 2030
Selamat Ulang Tahun ke-94 PSSI, Terima Kasih Soeratin
PSSI Desak Komdis Jatuhi Sanksi Berat Pelaku Tendangan Kungfu di EPA U-20
PSSI Pantau Dinamika Pengajuan Tuan Rumah Piala Asia 2031