Timo Ingin Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara Jadi Inspirasi Anak Perempuan

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:04 WIB
Pelatih Timo Scheunemann akui jurang kualitas Indonesia dan Australia di sepak bola putri, namun optimistis Garuda Pertiwi U-16 siap berjuang di semifinal ASEAN Cup 2025. (PSSI)
Pelatih Timo Scheunemann akui jurang kualitas Indonesia dan Australia di sepak bola putri, namun optimistis Garuda Pertiwi U-16 siap berjuang di semifinal ASEAN Cup 2025. (PSSI)

SportlinkNews - Kemenangan telak Garuda Pertiwi U-16 atas Arab Saudi pada laga pertama Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026 bukan sekadar soal tiga poin. Bagi sang pelatih, Timo Scheunemann, hasil tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.

Lebih dari itu, Timo berharap penampilan anak asuhnya mampu menghibur sekaligus menginspirasi anak-anak perempuan di seluruh Indonesia untuk mulai bermain sepak bola.

"Memang harapan kita tadi menghibur warga Kudus dan selain itu, ingin menginspirasi anak-anak kecil cewek di seluruh Indonesia yang menonton, semoga banyak yang menonton, supaya mereka pengen main bola juga," tuturnya.

Baca Juga: Jeff Bezos dan Konsorsium 1892 Holdings Akuisisi 30 Persen Saham Liverpool

Menurutnya, sepak bola putri Indonesia tengah membangun sesuatu yang jauh lebih besar. Karena itu, proses menuju target tinggi seperti Piala Dunia harus dilakukan secara serius dan dimulai dari level paling dasar.

"Saya nggak bilang muluk, karena kita melakukan sesuatu untuk itu. Kalau kita tidak melakukan sesuatu untuk itu, ingin ke Piala Dunia, itu baru muluk. Tapi kita melakukan sesuatu dan kita melakukan dari bawah sekali," katanya.

Timo menyebut pembangunan sepak bola putri tersebut sudah dikerjakan secara bertahap sejak tiga tahun terakhir. Menariknya, Kudus menjadi salah satu tempat yang memiliki peran penting dalam proses tersebut.

Baca Juga: Kontraknya di Arsenal Segera Habis, Mikel Arteta Tidak Ambil Pusing

"Dan itu kerja keras banget sejak tiga tahun lalu. Dan itu dimulai di Kudus. Jadi ada turnamen seperti ini di Kudus itu cocok banget," imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan Supersoccer Arena yang menurutnya memberikan ruang khusus bagi perkembangan sepak bola putri. Bagi Timo, venue tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pembinaan pesepak bola perempuan sejak usia dini.

"Di stadion yang dibuat khusus untuk cewek. Gila nggak? Di mana ada stadion dibuat khusus untuk cewek?" ujarnya.

Baca Juga: Kelar Nikah Cristiano Ronaldo Langsung Gaspol Lawan Al Fateh di Saudi Pro League

Timo kemudian menyampaikan apresiasi kepada Djarum Foundation dan PSSI yang dinilainya telah bekerja sama dalam membangun ekosistem sepak bola putri secara berjenjang.

"Saya bersyukur untuk Pak Victor, Djarum Foundation, yang kerja sama dengan PSSI dengan sangat baik, sehingga kita bisa betul-betul membangun sepak bola putri sebagaimana seharusnya, dari bawah ke atas, grassroots," ungkapnya.

Ia ingin setiap proses di level usia muda memberikan kontribusi terhadap lahirnya pemain-pemain yang nantinya mampu memperkuat Timnas Indonesia senior.

Baca Juga: Madura United Kehilangan Jordy Wehrmann di Awal Musim Super League 2026/27

"Tentu kita mau menang, tapi kita ingin menang lebih daripada menang. Kita ingin itu tadi, yakni membina pemain untuk tim senior," tukas Timo. "Lebih daripada itu, kita ingin membangun sebuah movement. 'Ayo cewek main bola dong'."

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dijual Barcelona, Ferran Torres Resmi Gabung PSG

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:11 WIB
X