Kasus Laos Bikin Pelaksanaan Piala AFF 2026 Dipertanyakan

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:51 WIB
Publik mengikuti perkembangan terkait tim nasional Laos dengan penuh kecemasan.
Publik mengikuti perkembangan terkait tim nasional Laos dengan penuh kecemasan.

SportlinkNews - Integritas ASEAN Football Federation (AFF) dan penyelenggaraan Piala AFF 2026 kembali menjadi sorotan. Setelah kontroversial keputusan wasit di laga Timnas Indonesia vs Singapura, 7 Agustus lalu, kini terkuak kasus baru yang dialami Laos.

Federasi Sepak Bola Laos (LFF) telah meminta kepolisian negaranya menyelidiki dugaan pengaturan skor, suap, dan perjudian ilegal yang diduga melibatkan sejumlah anggota tim nasional Laos selama Piala AFF 2026 berlangsung.

Kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. LFF belum menyatakan bahwa pemain tertentu terbukti melakukan tindak pidana, sedangkan identitas sejumlah pemain yang disebut masuk radar pemeriksaan juga belum diumumkan. Karena itu, seluruh tuduhan harus diperlakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Baca Juga: Tjetjep Firmansyah dan Jejak Kejayaan Aspac: Empat Gelar dan Lahirnya Para Bintang Indonesia

Meski demikian, dugaan match-fixing itu tidak hanya menyangkut internal sepak bola Laos. Kasus tersebut menjadi ujian serius bagi kemampuan AFF dalam menjaga integritas kompetisi regional. Respons AFF akan menentukan apakah Piala AFF 2026 tetap dipandang sebagai turnamen yang kredibel atau justru dibayangi keraguan mengenai transparansi, independensi, dan pengawasan pertandingan.

Dugaan itu mencuat setelah Laos menutup fase grup Grup B dengan empat kekalahan beruntun. Laos kalah 0-5 dari Thailand pada 25 Juli, 0-4 dari Malaysia pada 28 Juli, 1-4 dari Filipina pada 1 Agustus, dan 2-7 dari Myanmar pada 4 Agustus. Rangkaian hasil buruk tersebut memicu pertanyaan publik, meskipun skor besar dan kekalahan beruntun tidak dapat dijadikan bukti bahwa pertandingan telah diatur.

Menurut pengamat sepak bola, Akmal Marhali, ujian bagi AFF bukan hanya menemukan pihak yang mungkin bertanggung jawab. "Sorotan terhadap integritas turnamen itu justru bisa melebar ke kualitas pengambilan keputusan di lapangan," ucapnya.

Baca Juga: Timo Ingin Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara Jadi Inspirasi Anak Perempuan

Founder SOS (Save Our Soccer) ini mengaitkan dengan kasus sebelumnya, ketika Indonesia dirugikan dalam laga penutup Grup A melawan tuan rumah Singapura pada 7 Agustus. Pertandingan itu dipimpin wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al-Amouri.
Insiden pertama terjadi sekitar menit ke-20 ketika Mitchell Baker jatuh di kotak penalti Singapura saat berusaha menguasai atau memenangkan bola. Baker dan pemain Indonesia meminta penalti karena terjadi kontak dengan pemain Singapura, tetapi wasit tidak menunjuk titik putih.

Kontroversi kedua muncul pada menit ke-62. Kiper Singapura, Mohamad Izwan Mahbud, menangkap bola dengan tangan setelah bola datang dari sentuhan kaki rekan setimnya. Wasit membiarkan permainan berlanjut dan tidak memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada Indonesia.

"Padahal, menurut Laws of the Game, penjaga gawang tidak boleh menangkap bola apabila bola sengaja ditendang kepadanya oleh rekan setim. Jika sentuhan itu dinilai sebagai deliberate back-pass, Indonesia seharusnya mendapat tendangan bebas tidak langsung dari jarak sangat dekat karena kejadian ada di dalam kotak penalti Singapura," ucapnya.

Baca Juga: Hadapi Raja Asia Tenggara, Putri Nusantara U-16 Turunkan Skuad Terbaik

Dua insiden tersebut sama-sama terjadi di area penalti Singapura dan berpotensi menghadirkan situasi bola mati berbahaya bagi Indonesia.

"Meski keputusan wasit tetap merupakan bagian dari penilaian teknis pertandingan, kontroversi itu memperkuat tuntutan agar AFF mengevaluasi kualitas dan konsistensi perangkat pertandingan," ungkap Akmal.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dijual Barcelona, Ferran Torres Resmi Gabung PSG

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:11 WIB

PSG Juara Piala Super UEFA 2 Kali Beruntun

Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:16 WIB
X