Naturalisasi, Imigran, Koloni
Di dunia, sejak lama, ada tiga jenis pemain yang selama ini menjadi penghuni tim nasional berbagai negara. Ketiganya adalah: Para pemain yang berasal dari anak imigran. Lalu, pemain negeri koloni (jajahan). Dan yang ketiga, naturalisasi. Ketiganya jelas dan tegas bukan warga negara 100 persen.
Di Indonesia, yang saat ini sedang ramai dibahas hanya naturalisasi saja.
Menurut catatan Soccerphile: Jerman (4 kali juara dunia: 1954, 1974, 1990, 2014), Italia (1934, 1938, 1982, 2006), Argentina (1978, 1986), Prancis (1998, 2018), Inggris (1966), dan Spanyol (2010), adalah negara juara dunia yang tidak luput menggunakan para pemain dari ketiga sumber, dua, atau salah satu di antaranya.
Jerman misalnya, dari banyak pemain naturalisasi dan imigran, saya hanya mengambil dua saja sebagai contoh: Gerald Asamoah (Ghana) dan mesin gol Lukas Podolski (Polandia). Saya tak perlu menjabarkan siapa mereka, karena untuk penggila bola, keduanya sangat dikenal kehebatannya.
Lalu Italia, pelatih Luciano Spalletti, mempercayakan tim Gli Azzuri, ikuti dimotori oleh lima pemain yang tidak memiliki darah negeri spaghetti sama sekali. Bahwa lahir di Italia, itu karena orang tua mereka bermigrasi atau menjadi imigran.
Baca Juga: Manusia Tercepat Usain Bolt Dapat Dikalahkan oleh Mahluk Kecil Bernama Wombat
Mereka adalah: Emerson Palmieri (bek), Jorginho (gelandang) asal Brasil, Wilfried Gnoto, Koise Kean (penyerang) berdarah murni Pantai Gading, Stephan Shaarawy (penyerang) imigran Mesir,
Jauh sebelumnya Felice Borel, sudah memperkuat timnas Italia. Untuk anak milenial, nama ini sama sekali tidak dikenal, tapi sejarah mencatat warga Perancis yang lahir di Bagus, itu dinaturalisasi awal 1930an. Dan ia tercatat sebagai pemain yang membawa Italia merebut Piala Dunia ke-2, 1934.
Argentina sendiri yang melejit berkata kehebatan Mario Kempes dan Diego Maradona, ternyata dua bintangnya di era 1990-an, Gabriel Batistuta dan Claudio Caniggia, adalah anak-anak dari Imigran Italia.
Baca Juga: Anthony Edwards Bikin Sepatu Basket Terasa Keren Kembali
Padahal, Argentina yang memiliki populasi 37, 7 juta di tahun 2000, memiliki lebih dari 10 juta pemain bola dari berbagai tingkatan.
Prancis pun beberapa bintang yang sempat membawa negeri itu menjadi juara Eropa dan dunia, diperkuat oleh anak-anak imigran: Reymond Kopa (Polandia), Michel Platini (Italia), Youri Djorkaeff (Armenia), Robert Pires (Pirtugal), David Trezeguet (Argentina).
Kemudian, para pemain dari negeri bekas jajahan, Ibrahim Ba (Senegal), Marcel Desailly (Ghana), Chrustian Karembeu (New Caledonia), Thierry Henry (Guadalupe), Lilian Thuram (Guadalupe(, Zinedibe Zidane (Aljajair).
Dan yang paling menarik adalah Michel Platini, bintang Prancis yang mampu menggetarkan orbit bumi. Meski lahir di Joeuf, Perancis, ternyata dia anak seorang imigran Italia.
Kemudian Belanda yang sempat mengguncang dunia dengan Total Football 1974 dan 1978. Juga mengejutkan jagad dengan trio fenomenalnya: Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Marco van Basten awal 1990an.
Artikel Terkait
Mengungkap Science dan Rahasia Teknologi Baterai di F1
Hasil Piala Asia U-23 2024: Timnas U-23 Indonesia Kalahkan Australia, Asa Lolos Fase Grup Masih Ada
Kunci Kemenangan Timnas U-23 Indonesia Atas Australia Kata Ernando Ari
Tony Vidmar: Australia Frustrasi Dipermalukan Timnas U-23 Indonesia