Keunggulan Uzbekistan ditambah dengan kepemimpinan wasit Shen Yinhao (Cina) yang beberapa kali menciptakan keputusan yang bisa diperdebatkan.
Sang pengadil lapangan menganulir gol Muhammad Ferarri, dan memberi kartu merah untuk kapten Timnas U-23, Rizky Ridho.
Sebelum pertandingan melawan Uzbekistan, kekuatan dan kelemahan para pemain sepertinya sudah nampak. Kemampuan fisik mereka untuk berduel, body charge, dengan lawan yang relatif berbada besar, cukup kokoh, tidak gampang jatuh.
Ini sangat membantu waktu menggiring dan menguasai bola sehingga operan-operan dan tembakan relatif terarah.
Tapi, kelebihan itu tak muncul saat menghadapi Uzbekistan yang skill pemainnya di atas rata-rata. Jelas kita kalah kelas. Penguasaan bola operan, kecepatan, stamina, dan kekuatan fisik.
Terlepas dari itu, ada tiga aspek yang patut dibenahi skuat Shin Tae-yong. Pertama, Timnas U-23 Indonesia adalah tim debutan di Piala Asia U-23.
Baca Juga: Jack Grealish Resmi Menjadi Duta Global Pepsi Max
Predikat ini kemudian mengantarkan pandangan yang menyimpulkan kiprah Indonesia U-23 tidak akan jauh. Tim-tim kuat berada di grup yang dihuni Indonesia U-23. Ada Qatar yang timnas seniornya baru saja menjuarai Piala Asia 2023, tentu diperkirakan tim U-23nya pun kuat.
Ada Australia, tim kuat Asia yang menembus Piala Dunia 5 kali, mampu menembus 16 besar di Piala Dunia 2006 dan 2022. Yordania pun berada dalam grup ini. Prestasi timnas seniornya adalah runner-up Piala Asia 2023.
Bermain di kompetisi kejuaraan regional merupakan satu pengalaman yang berharga bagi Indonesia. Masih butuh pengalaman banyak di pertandingan kompetitif seperti Piala Asia.
Baca Juga: Kecenderungan Bawaan untuk Kekuatan Otot yang Lebih Tinggi Dapat Melindungi Terhadap Penyakit Umum
Kedua, kematangan berhubungan erat dengan pengalaman. Semakin banyak kejuaraan kompetitif yang diikuti, semakin matang suatu tim. Dalam aspek ini, timnas U-23 Indonesia masih membutuhkan partisipasi dalam kejuaraan regional seperti Piala Asia.
Situasi yang dihadapi Indonesia di Piala Asia U-23 beragam, kalah 0-2 dari tuan rumah Qatar, terlepas dari aspek non-teknis; menang 1-0 atas favorit Australia, dan menghancurkan Yordania 4-1.
Di babak knock-out Timnas U-23 Indonesia menghadapi langganan Piala Dunia, Korea Selatan. Indonesia menang lewat adu penalti 11-10 setelah bermain 2-2 di waktu normal dan tambahan.
Artikel Terkait
Charles Barkley Rupanya Tak Banyak Masukan pada Sepatu Nike-nya
Kalahkan Irak, Timnas U-23 Indonesia Lolos ke Olimpiade Paris 2024
House Of Errors Hadirkan Kapsul Rajutan yang Terinspirasi dari Jersey Klasik
Manchester City dan OKX Luncurkan Kaos 'Blue Moon' dalam Seri 'Unseen City Shirts'
RESMI! Timnas U-23 Indonesia akan Hadapi Irak di Perebutan Posisi 3