Sekarang yang membuat bangga dari penampilan timnas adalah kemenangan sampai masuk semifinal. Ada tiga pintu - dari sisi pemain- yang berperan. Kelompok pertama, pemain domestik yang bermainn di Liga 1. Kedua, pemain domestik yang bermain di liga luar negeri. Kelompok ketiga, pemain naturalisasi - atau sebagian menyebutnya pemain dispora karena diyakini mereka semua memiliki darah Indonesia.
Untuk menjadi industri sepak bola, mestinya pengembangan pemain kelompok satu dan dua yang harus digenjot. Ketergantungan kepada pemain naturalisasi tidak boleh ada.
Tidak mungkin setiap tahun menaturalisasi pemain untuk mempertahankan kekuatan timnas pada setiap lapis umur, untuk menggantikan pemain naturalisasi yang sudah melewati batas umur di tahun-tahun mendatang.
Bravo sepak bola Indonesia.
Artikel Terkait
Charles Barkley Rupanya Tak Banyak Masukan pada Sepatu Nike-nya
Kalahkan Irak, Timnas U-23 Indonesia Lolos ke Olimpiade Paris 2024
House Of Errors Hadirkan Kapsul Rajutan yang Terinspirasi dari Jersey Klasik
Manchester City dan OKX Luncurkan Kaos 'Blue Moon' dalam Seri 'Unseen City Shirts'
RESMI! Timnas U-23 Indonesia akan Hadapi Irak di Perebutan Posisi 3