SportlinkNews - Timnas U-23 Indonesia telah berjuang sekuat tenaga di Piala Asia U-23 2024. Skuat Shin Tae-yong disambut suporter Indonesia saat kembali ke Tanah Air.
Timnas U-23 Indonesia tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu (11/5). Garuda Muda terbang dari Paris setelah tampil di babak play-off Olimpiade Paris 2024 melawan Guinea, Kamis (9/5).
Seluruh pemain dan pelatih disambut dan dikalungi bunga oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga dan Muhammad, Sekjen Yunus Nusi.
Baca Juga: Media Vietnam Soroti Kelakuan Shin Tae-yong, Jadilah Pecundang yang Santun
Puluhan suporter timnas U-23 Indonesia juga datang langsung dengan meneriakkan yel-yel dan semangat.
Mereka juga membentangkan spanduk Terima Kasih Garudaku. Suporter Ultras Garuda sangat emngapresiasi perjuangan Rizky Ridho dan kawan-kawan.
"Shin Tae-yong ale ale.. Shin Tae-yong ale-ale". Seperti itulah nyanyian para suporter Timnas U-23 Indonesia seketika Witan Sulaeman dkk. kembali ke Tanah Air.
Baca Juga: AC Milan Siapkan Tawaran Menggiurkan untuk Benjamin Sesko
"Terima kasih Garudaku.. Terima kasih Garudaku.." juga membahana pada pagi hari di Bandara Soekarno-Hatta.
Mereka juga berharap Shin Tae-yong bisa mengalahkan Irak dan Filipina pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan Juni mendatang.
Shin Tae-yong mengucapkan terima kasih kepada PSSI dan sambutan fans yang telah datang di bandara. Tapi, dia masih belum terima keputusan kontroversial wasit pada laga terakhir melawan Guinea.
"Untuk pertandingan terakhir memang benar-benar pemain bekerja keras sangat kerja maksimal," ujar Shin Tae-yong.
Dalam laga play-off Olimpiade Paris 2024 melawan Guinea, Kamis (9/5) Timnas U-23 Indonesia kalah kontroversial 0-1. Harapan untuk ke Olimpiade Paris 2024 pun tak kesampaian.
Artikel Terkait
Jaket Motor Keren dengan Perlindungan Airbag, Lolos Uji Reli Terganas di Dunia
Prestasi Mandek, Manajemen Tangerang Hawks Coret Pemain Asing Andalannya
Jepang Lolos ke Semifinal Piala AFC Wanita U-17 Menyusul Cina dan Korea Utara
Mencoba Meluruskan Saja, Anjas Asmara: Jepang dan Korea, Kami yang Mengajari
Juara Dunia Tinju Kelas Berat Oleksandr Usyk Menangis, Ungkap Keadaan Malang