SportlinkNews - Como 1907 yang promosi ke Serie A musim depan terus berbenah. Klub yang dicukongi konglomerat Indonesia Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono ini bertekad membuat gebrakan di kasta tertinggi Liga Italia.
Klub racikan Cesc Fabregas --legendaris Arsenal - itu berburu mesin gol. Mauro Icardi dari Galatasaray dan Joaquin Correa milik Inter Milan masuk radar transfer Como 1907..
Tim asuhan Cesc Fabregas telah resmi mengamankan tempat mereka di papan atas setelah mengamankan posisi kedua di Serie B musim ini.
Baca Juga: Como 1907 akan Rekrut Top Scorer Liga Inggris 2019-2020, Begini Tanggapan Cesc Fabregas
I Lariani finis dengan koleksi 73 poin dari 38 pertandingan sepanjang musim ini. Como kembali ke level tertinggi untuk pertama kalinya dalam 21 tahun.
Mereka diharapkan untuk memperkuat skuad di musim panas untuk membantu tahun pertama kembali di Serie A.
Como didukung oleh miliarder Indonesia Michael dan Robert Hartono, pemilik raksasa tembakau Djarum, menjadikan mereka salah satu pemilik klub terkaya di sepak bola Italia.
Baca Juga: Como 1907 Resmi Promosi ke Serie A, Cesc Fabregas Ungkap 1 Kesulitan
Berbagai tokoh sepak bola terlibat dengan klub tersebut, termasuk Thierry Henry dan Dennis Wise.
Como yang ambisius
Seperti dilansir surat kabar lokal La Provincia via TMW, Como ingin membuktikan ambisinya di bursa transfer dan mulai mengincar striker Galatasaray Icardi dan penyerang milik Inter Correa, yang diperkirakan akan kembali dari Olympique Marseille dalam beberapa minggu mendatang.
Kedua pemain tersebut akan mewakili bala bantuan penting bagi tim asuhan Fabregas, yang pemain dengan nilai tertinggi saat ini adalah pemain pinjaman dari Lecce, Gabriel Strefezza, senilai 6 juta Euro.
Didirikan pada 25 Mei 1907, klub ini semula bernama Calcio Como yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia, tepi Danau Como, Kota Como, Italia.
Como 1907 memiliki total 30 anggota tim utama dengan rata-rata usia 26 tahun. Klub ini mengantongi sejumlah prestasi, seperti dua piala Liga Allievi Nazionali, Coppa Italia Serie D dan Serie C, satu juara Serie D, dan tiga kali juara Serie C.
Artikel Terkait
Permainan Bola Basket Tak Lepas dari Ilmu Fisika dan Matematika
Bukan di SUGBK, Ini Alasan Piala AFF U-16 Digelar di Solo
Indra Sjafri Menimba Ilmu TLD di Belanda, Ujian Akhir di Hadapan Petinggi FIFA
Timnas Voli Putri Hadapi Lawan Berat di AVC Challenge Cup 2024, Ini Profil Pemain Indonesia
Piala AFF Ganti Nama Piala ASEAN 2024, Timnas Indonesia Satu Pot dengan Malaysia