Dikutip dari situs resminya, Como dulu mulai berpartisipasi dalam pertandingan profesional Promotion League pada 1912-1913. Setahun kemudian, Como masuk ke liga teratas Italia.
Namun, pada tahun-tahun berikutnya, klub mendapat masalah, ekonomi sehingga kembali terdegradasi ke divisi kedua dan bahkan masuk Serie C.
Pencapaian terbaiknya baru dirah pada 1975 saat Camo menjuarai Serie A. Sejak itu, klub beberapa kali meraih hasil positif meski masih naik-turun kompetisi. Sayangnya, masalah keuangan kembali menghalangi perkembangan Como. Pada 2005-2006, klub bahkan terdegradasi sampai Serie D dan mengalami kebangkrutan.
Baca Juga: Budaya Bola Basket: Temukan Fenomena yang Lebih dari Sekadar Permainan!
Pada 4 April 2019, Como kembali diakusisi oleh perusahaan hiburan asal Inggris, SENT Entertaiment Ltd yang dimiliki Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono dari Grup Djarum.
Perusahaan ini mengubah nama klub menjadi Como 1907. Hartono bersaudara menyediakan dana, memberikan infrastruktur olahraga baru, memperbaiki stadion, mendirikan akademi pemuda, serta membentuk tim utama yang baik.
Bersama pemilik baru, klub langsung memenangkan Serie D dan promosi ke Serie C setahun kemudian. Pada akhir 2020-2021, Como memenangkan Serie C dan masuk ke Serie B.
Como berlaga di Serie B selama dua musim, yakni 2021-2022 dan 2022-2023. Pada akhirnya, klub itu menempati peringkat kedua dan berhak promosi ke Serie A mudim depan.
Artikel Terkait
Permainan Bola Basket Tak Lepas dari Ilmu Fisika dan Matematika
Bukan di SUGBK, Ini Alasan Piala AFF U-16 Digelar di Solo
Indra Sjafri Menimba Ilmu TLD di Belanda, Ujian Akhir di Hadapan Petinggi FIFA
Timnas Voli Putri Hadapi Lawan Berat di AVC Challenge Cup 2024, Ini Profil Pemain Indonesia
Piala AFF Ganti Nama Piala ASEAN 2024, Timnas Indonesia Satu Pot dengan Malaysia