SportlinkNews - Pelatih asal Thailand, Witthaya Laohakul, mengkritik Timnas Indonesia karena terlalu mengandalkan pemain keturunan.
Timnas Indonesia kini tengah mengalami peningkatan karena berhasil tampil apik di berbagai kompetisi level Asia.
Di ajang Piala Asia 2023 lalu, Timnas Indonesia berhasil menciptakan sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Baca Juga: 7 Dampak Positif Berenang bagi Kesehatan Tubuh, Mulai dari Kontrol Berat Badang hingga Redakan Stres
Selain itu, Timnas U-23 Indonesia juga berhasil mencatatkan debut mereka di Piala Asia U-23 2024.
Meski sebagai debutan, Skuad Garuda Muda sukses melaju ke babak semifinal dan hampir melaju ke ajang Olimpiade 2024.
Selain berprestasi di level Asia, Timnas Indonesia kini berpeluang untuk lolos lebih jauh di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Olahraga Ringan untuk Penderita Cedera Engel yang Aman dan Mudah
Timnas Indonesia hanya butuh tiga poin lagi untuk bisa lolos ke putaran kedua.
Keberhasilan Tim Merah Putih tersebut tentu tidak lepas dari program perekrutan para pemain keturunan yang saat ini ada.
Akan tetapi, program tersebut rupanya malah dikritik oleh pelatih kawakan asal Thailand, Witthaya Laohakul.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur PON XXI Aceh-Sumut Sesuai Target, Menko PMK Sebut 41 dan 31 Persen
Dilansir SportlinkNews dari akun YouTube Harimau Malaya, pelatih Chonburi FC itu menyebut bahwa program pemain keturunan hanya efektif untuk jangka pendek.
Adapun untuk jangka panjang, PSSI harus bisa melakukan pembibitan sejak usia muda.
Artikel Terkait
Fabio Quartararo: Balapan Pertama Tahun Ini di Mana Saya Merasa Kompetitif
Pembalap Ini Mengaku Kecewa dengan yang Dialaminya di Sirkuit Le Mans
Lewati Pekan ke-11 IBL Tokopedia 2024, Persaingan Tim Semakin Ketat dan Penuh Kejutan
Langkah Strategis Williams Hadapi Regulasi Baru F1: Perpanjang Kontrak Multi Tahun Alex Albon
Jadi Tuan Rumah Proliga, Tim Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Bakal Siapkan Kejutan