SportlinkNews - PSIS Semarang kembali menelan kekalahan untuk yang ke-7 kalinya saat berhadapan dengan Persebaya Surabaya di pekan ke-10 Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (2/11).
Satu-satunya gol kemenangan Persebaya pada laga itu dicetak oleh Flavio Silva pada menit ke-45 lewat permainan tiktak satu-dua sentuhan yang apik.
Hasil ini juga sekaligus membuat PSIS mencatat grafik yang terus merosot dengan empat kekalahan beruntun yang jadi bukti konkret PSIS sedang tidak baik-baik saja.
Baca Juga: Klasemen Pembalap MotoGP: Bagnaia Pangkas Jarak dengan Martin, Siapa yang Bakal Jadi Juara Dunia?
Kondisi ini juga sudah disadari benar oleh pelatih PSIS, Gilbert Agius. Dia mengakui meskipun hasil pertandingan mengecewakan, namun ada banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik timnya.
"Babak pertama sebenarnya berjalan seimbang. Kami mampu mengimbangi permainan Persebaya. Hanya saja memang sayangnya kami kebobolan," kata Gilbert Agius.
Dia menambahkan, pada babak kedua, pemain sudah berusaha melakukan yang terbaik. “Ada dua sampai tiga peluang yang dibuat namun masih gagal," ujarnya.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Gol Flavio Silva Bawa Persebaya Unggul dari PSIS Semarang
"Kami sedang melalui masa-masa sulit," ucap pelatih asal Malta itu.
Saat turun minum, Gilbert Agius menjelaskan dia menginstruksikan tim untuk bermain lebih percaya diri dan menunjukkan fighting spirit. Memang ada perubahan yang terlihat di babak kedua.
PSIS mampu tampil lebih menekan pertahanan Persebaya. Namun memang lini belakang Persebaya yang displin membuat PSIS sulit untuk menciptakan gol.
Baca Juga: Megawati Menyala Lagi Jadi MVP, Red Sparks Naik Ke Posisi Kedua Klasemen Liga Voli Korea
"Kami mampu menciptakan dua peluang emas, tapi ini sepak bola yang tidak selalu mudah. Kiper Persebaya juga bermain bagus," ucapnya lagi.
Atas kekalahan yang diderita PSIS, Gilbert menyampaikan permintaan maaf untuk para suporter setia PSIS.
Artikel Terkait
KONI Pusat Gandeng Akademisi Keolahragaan untuk Tingkatkan Kualitas Prestasi Olahraga
Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Bertekad Bawa Prestasi Atlet Indonesia ke Tingkat Dunia
Keputusan Berani Kim Pan-gon Tinggalkan Timnas Malaysia Demi Gelar Juara Ulsan HD
Shin Tae-yong Hanya Andalkan Pemain Muda di Piala AFF 2024 Tanpa Pemain Senior dan Abroad