Menanggapi hal ini, pelatih asal Belanda tersebut memberikan penjelasan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Bangkit Usai Kekalahan dari Australia, Fokus Hadapi Bahrain dan Cina
"Sangat mudah untuk menilai setelah melihat hasil ini," ujar Kluivert dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Saya merasa tiga pemain belakang bisa bekerja lebih baik. Alasan saya memilih formasi ini adalah karena Calvin dan Jay bermain bagus di sisi kiri,” tambahnya.
Meski menerima kritik atas strategi yang diterapkan, Kluivert menolak mencari kambing hitam.
Baca Juga: Akmal Marhali: Patrick Kluivert Perlu Waktu, Evaluasi Timnas Jadi Kunci
Ia menegaskan bahwa timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kebobolan yang terjadi dalam laga tersebut.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian Kluivert adalah kesalahan dalam menghadapi bola mati.
Dari lima gol yang diderita Timnas Indonesia, tiga di antaranya berasal dari situasi tendangan penjuru.
Baca Juga: Kinerja Rans Simba Bogor Semakin Yahud, Tumbangkan Empat Tim Kuat IBL 2025
Pada babak pertama, Australia mendapatkan penalti setelah Nathan Tjoe-A-On dinilai menarik baju Lewis Miller dalam situasi sepak pojok.
Sementara itu, gol yang dicetak oleh Miller dan Jackson Irvine di babak kedua juga berasal dari skema bola mati.
“Saya tidak ingin menyalahkan individu tertentu karena ini adalah usaha tim,” tegas Kluivert.
Baca Juga: Indonesia Kandas dari Australia 1-5, Shin Tae-yong: Ini Hanya Masalah Waktu
Eks asisten pelatih Timnas Belanda di Piala Dunia 2014 itu menambahkan bahwa permainan timnya sejatinya cukup baik di awal laga.