"Itulah sebabnya mereka telah melakukan apa yang telah mereka lakukan secara konsisten di level ini. Mereka dapat sangat menyakiti kami, tetapi kualitas kami dapat melukai kelemahan mereka, mereka memang memilikinya.”
Mengenai sang manajer sendiri, ia hanya memberikan pujian. Menurutnya Ancelotti adalah inspirasi yang sangat besar. Ia adalah pelatih yang telah memenangkan Liga Champions lebih dari siapa pun.
Baca Juga: Menang 4-1 atas Yaman, Timnas U-17 Dekati Tiket Piala Dunia 2025
"Ia membantu para pemain untuk memenangkan pertandingan, dan sifatnya yang tenang sangat membantu para pemainnya, dan saya pikir itu adalah contoh bagi banyak pemainnya. Sisi kemanusiaannya adalah hal yang penting bagi para pemain,” ujar Arteta.
Mengingat Arsenal tidak pernah bersaing di babak akhir Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir, salah satu topik konferensi pers adalah kurangnya pengalaman Arsenal.
Sesuatu yang diyakini Arteta terlihat saat melawan Bayern Munich tahun lalu, dalam kekalahan agregat 3-2 mereka.
Baca Juga: Korea Selatan U17 Bungkam Afghanistan, Indonesia Lolos ke Piala Dunia U17 2025 sebagai Juara Grup A
“Terutama pada saat-saat di leg kedua, karena ada saat-saat di leg pertama, di mana ia harus memanfaatkan momen-momen itu, dan bersikap kejam, lalu mengakhiri pertandingan. Kemudian kami memberi mereka dua gol.”