SportlinkNews - PSSI mulai menyusun langkah baru untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional.
Program tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk melahirkan generasi pesepak bola yang mampu bersaing di level internasional, bahkan menembus kompetisi Eropa.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan proses pembinaan telah dimulai melalui pengembangan pemain kelompok usia U-13 dan U-15 yang berada di bawah koordinasi Direktur Teknik PSSI Alex Zwiers bersama jajaran pelatih kelompok umur.
Baca Juga: Alwi Farhan Bidik Gelar Super 750 Perdana di Japan Open 2026
"Nanti di bawah technical director Alex dan struktur di bawahnya yang coaching U-17 dan U-15 itu akan punya formula tersendiri," ujar Erick di Yogyakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Erick, regenerasi pemain tidak bisa dimulai ketika atlet sudah memasuki usia U-20 atau U-23. Jika pembinaan baru dilakukan pada fase tersebut, Indonesia akan kehilangan banyak waktu dalam proses pengembangan pemain.
"Karena kalau kita hanya fokus di U-20 dan U-23, telat," tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Turunkan 12 Wakil di Japan Open 2026, Ubed Jalani Debut Super 750
PSSI menilai pembinaan sejak usia belia menjadi kunci apabila Indonesia ingin mengejar negara-negara yang kini konsisten tampil di ajang Piala Dunia.
Erick mencontohkan banyak negara peserta Piala Dunia, termasuk di Asia dan Eropa, yang telah membangun sistem pembinaan sejak kelompok usia muda.
"Kita bisa lihat para peserta Asia di Piala Dunia dan kita bisa lihat dominasi pemain muda di Eropa," ucapnya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dibayangi Kontroversi Wasit, Konsistensi VAR Dipertanyakan
Ia berharap pembinaan sejak kelompok usia U-13 dan U-15 mampu menghasilkan pemain yang berkembang hingga level profesional, termasuk membuka peluang berkarier di kompetisi Eropa seperti yang dilakukan Jepang.
"Artinya kalau kita dari usia U-13 dan U-15 bisa mengeluarkan bibit bagus dan bisa bermain di Eropa, ini bisa jadi asuransi seperti tim di Jepang yang pemainnya banyak main di Eropa," tutur Erick.
Sebagai tindak lanjut, PSSI menargetkan pembangunan pusat latihan tim nasional usia dini di sejumlah daerah mulai direalisasikan dalam satu hingga dua tahun mendatang.
Baca Juga: Zlatko Dalic Lepas Jabatan dari Pelatih Kroasia
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperluas akses pembinaan sekaligus mempermudah pemantauan talenta dari berbagai wilayah Indonesia.
"Kami PSSI dalam jangka 1-2 tahun ke depan akan mulai membangun pusat latihan tim nasional di daerah yang usianya di bawah U-13 dan U-15," ungkapnya.
Langkah itu juga dinilai sejalan dengan perkembangan sepak bola dunia setelah FIFA memutuskan menggelar kejuaraan dunia kelompok umur U-15.
Baca Juga: Marc Marquez Bidik Kemenangan Grand Prix Jerman di Sachsenring Demi Mengejar Poin
Erick menegaskan Indonesia tidak boleh tertinggal ketika negara lain mulai berinvestasi pada pembinaan pemain usia dini.
"Artinya kalau semua negara sudah berinvestasi di kelompok umur yang lebih muda, sedangkan kita asyik sendiri di senior terus, kita akan tertinggal," tegasnya.
Meski demikian, Erick mengakui realisasi program tersebut tidak dapat berjalan hanya mengandalkan PSSI.
Baca Juga: Tim Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Piala Dunia Bekal Menuju Asian Games 2026
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting karena pembangunan fasilitas latihan akan dilakukan di daerah.