Thailand langsung mengambil inisiatif sejak pertandingan dimulai. Tekanan tinggi yang diterapkan tim tamu membuat Putri Nusantara kesulitan mengembangkan permainan dan menjaga penguasaan bola dalam waktu lama.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol pada menit ke-11. Kesalahan kiper Indonesia dalam mengamankan bola membuat tangkapannya terlepas.
Pemain nomor 17 Thailand, Miricah Shealagh Murdoch, dengan sigap memanfaatkan bola muntahan tersebut untuk membawa Thailand unggul 1-0.
Baca Juga: Ciro Immobile Umumkan Pensiun Lewat Suasana Haru di Ruang Ganti Paris FC
Putri Nusantara mencoba merespons. Pada menit ke-17, peluang terbaik Indonesia lahir melalui sang kapten, Dian Aprilia Pary.
Dian menggiring bola hingga memasuki kotak penalti Thailand sebelum melepaskan tembakan. Namun, upayanya masih melebar di sisi kanan gawang.
Selepas peluang tersebut, Putri Nusantara tetap kesulitan keluar dari tekanan.
Baca Juga: 10 Gelar Ganda Putra, Indonesia Masih Perkasa di Kejuaraan Dunia BWF
Thailand bermain rapat dan agresif ketika kehilangan bola sehingga pemain-pemain Indonesia tidak memiliki banyak ruang untuk membangun serangan.
Hingga memasuki menit ke-30, permainan Putri Nusantara belum berkembang seperti yang diharapkan. Lini belakang juga dituntut lebih sigap membaca arah serangan Thailand, terutama dalam mengantisipasi bola-bola yang masuk ke area pertahanan.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan justru menurun. Kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain, tetapi rotasi tersebut belum mampu membuat pertandingan berjalan lebih terbuka.
Baca Juga: Jeff Bezos dan Konsorsium 1892 Holdings Akuisisi 30 Persen Saham Liverpool
Putri Nusantara mencoba membangun serangan, tetapi Thailand masih mampu menjaga permainan tetap terkendali. Sebaliknya, Indonesia juga mulai lebih berhati-hati untuk mengantisipasi serangan balik lawan.
Hampir sepanjang 40 menit babak kedua tidak ada gol tambahan. Thailand baru mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-88.
Witchayada Wanasin menyambut umpan silang Nanthiya Meepho dan berhasil menaklukkan pertahanan Putri Nusantara untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Baca Juga: An Se Young Buru Gelar Juara Dunia Kedua, Kaki Kiri Masih Nyeri
Putri Nusantara berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol balasan yang tercipta.
Indonesia pun harus menerima kekalahan 0-2 dari Thailand pada pertandingan pertamanya di Grup B.
Pelatih Putri Nusantara, Takumi Taniguchi, mengakui pertandingan tersebut berjalan berat bagi timnya. Namun, ia tidak ingin anak asuhnya larut dalam kekecewaan setelah hasil tersebut.
Baca Juga: Dijual Barcelona, Ferran Torres Resmi Gabung PSG
"Ya, jelas itu pertandingan yang sangat berat. Hari ini mungkin para pemain merasa sedikit kecewa, tetapi kita tidak perlu bersikap negatif. Kita harus kembali bersikap positif dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya," ujar Taniguchi.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi awal bagi Putri Nusantara. Taniguchi berharap para pemainnya segera bangkit dan memperbaiki performa pada laga berikutnya melawan Singapura, Senin, 17 Agustus 2026.
boKemenangan dalam laga tersebut akan menjaga peluang Putri Nusantara untuk melangkah lebih jauh di Srikandi Merdeka Cup 2026.