Toni Kroos, Nacho Fernandez, dan Joselu Mato dikenal sebagai figur pemimpin yang dihormati oleh rekan-rekannya.
Baca Juga: Martin Zubimendi Jadi Target Utama Real Madrid Gantikan Luka Modric
Ketika mereka meninggalkan klub, Real Madrid tidak segera mencari pengganti yang bisa mengambil alih peran kepemimpinan ini.
Ketiga pemain tersebut selama ini menjadi "lem" yang menyatukan tim, dan tanpa mereka, atmosfer di ruang ganti menjadi tidak kondusif.
Carlo Ancelotti memilih untuk tetap mempercayai para pemain yang tersisa di skuadnya saat ini, meskipun keputusan ini tampaknya belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Baca Juga: Nico Paz Bersinar di Como, Real Madrid Siap Bawa Pulang
Dengan hilangnya pengaruh para pemain senior, pelatih asal Italia tersebut kini berada dalam posisi yang semakin sulit.
Meskipun demikian, Ancelotti masih memiliki waktu untuk memperbaiki situasi ini. Musim masih panjang, dan kesempatan untuk meningkatkan performa tim tetap terbuka lebar.
Jika Ancelotti mampu mengambil kembali kendali atas ruang ganti dan memperbaiki dinamika internal tim, Real Madrid masih bisa bersaing untuk gelar di akhir musim.
Baca Juga: Bek Real Madrid Sebut Lamine Yamal Pemain Konyol
Namun, tekanan yang dihadapi Ancelotti tidak bisa dianggap remeh.
Meski sukses membawa Real Madrid meraih dua gelar pada musim sebelumnya, standar klub tetap sangat tinggi.
Apalagi, dengan kedatangan dua bintang besar, Kylian Mbappe dan Endrick, harapan publik terhadap Real Madrid semakin besar.
Kehadiran dua pemain ini diharapkan dapat mendongkrak performa tim, namun jika situasi internal tidak segera diperbaiki, masa depan Real Madrid di musim ini bisa terancam.
Ancelotti kini dituntut untuk segera mengambil langkah cepat demi memulihkan kendali atas tim dan mengembalikan kejayaan Real Madrid.***