- M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior
Sportlinknews - YA, Gamshabinda (terima kasih, dalam bahasa Korea), Shin Tae-yong (STY). Dangsin-eun nae ma-eum sog-e nam-a (Engkau tetap di hati kami).
Ungkapan ini rasanya sedang merebak bukan hanya di ranah sepak bola nasional, tapi menyebar kemana-mana. Tidak ada yang keliru, pasti. Mayoritas bangsa Indonesia, jika menaruh cinta, tak kepalang besarnya. Dan, ketika cinta itu tercabut, dunia seperti akan runtuh.
Begitulah perasaan kita kepada STY, pelatih asal Korea Selatan, yang Senin (6/1/25) secara resmi dilepas (istilah resmi bukan dipecat) oleh PSSI. Istilah dilepas dan dipecat, jelas memiliki konotasi yang berbeda.
Baca Juga: Catatan Sepak Bola: Pergantian Shin Tae-yong, Maju Kena, Mundur Kena
Dilepas, artinya tidak lagi menangani timnas, jelas tampa kesalahan. Lho, kok bisa dilepas tanpa kesalahan?
Semua bisa saja, jika salah satu pihak ingin mengakhiri, jalan itu dapat ditempuh. Biasanya di dalam kontrak, semua sudah tertulis dengan apik. Bahkan soal hak dan kewajiban, semua tertera.
Sementara dipecat, konotasinya telah terjadi pelanggaran berat. Artinya, seseorang (STY) diberhentikan secara tidak hormat. Artinya lagi, sangat negatif.
Baca Juga: Tandem Tak Terduga: Kluivert dan Van Gaal di Timnas Indonesia
Namun demikian, baik dilepas maupun dipecat, dampaknya tetap serupa, yakni sama-sama diberhentikan. Sama-sama tidak lagi bertanggung jawab untuk satu pekerjaan, dalam hal STY, jelas tidak lagi menangani tim nasionsl Indonesia untuk semua lapisan.
Dan paling istimewa, pilihan kata dipecat, memiliki sensasi yang sangat tinggi. Pilihan diksi itulah yang membuat para pendukung timnas, wabil khusus pencinta STY, yang dianggap telah memberikan kepuasan (meski belum sempurna) dengan membaiknya timnas minimal di tiga level, U17, U20, dan Senior (bisa tampil secara bersamaan ke putaran final Piala Asia), jadi marah.
Pilihan
November-Desember 2019, saat SEA Games ke-30, berlangsung di Filipina. Ketua Umum PSSI yang Iwan Bule (kini Presiden Komisaris Utama Pertamina), berdialog dengan Menpora, Zainudin Amali, di markas tim sepak bola kita menjelang Laga Final, Indonesia vs Vietnam (7/12/2019).
Baca Juga: Pratama Arhan Berlabuh ke Bangkok United, Perkenalannya Dilakukan Unik
Sebelumnya, Menpora mengajak saya berbicara terkait pilihan yang akan diambil PSSI untuk pelatih timnas. Saat itu, saya menjadi Staf Khususnya Menpora.
"Luis Mila atau Shin Tae-yong?" Dari diskusi kami, akhirnya PSSI memilih STY.