SportlinkNews - Olahraga adalah arena emosional yang tiada duanya, mampu memobilisasi seluruh populasi. Untuk berprestasi, atlet harus belajar menguasai intensitas emosional tinggi yang mereka hadapi.
Secara tradisional dipandang dari perspektif intra-individu, psikologi sosial mengatasi kekurangan ini dengan berfokus pada dimensi kolektif pengalaman emosional.
Hasilnya, psikologi sosial membuka jalan inovasi penting dalam hal performa dalam olahraga tim.
Baca Juga: Banyak Atlet Wanita Percaya Perbedaan dalam Perkembangan Jenis Kelamin
Disiplin yang mempertemukan emosi individu dan kolektif
Olahraga tim pada dasarnya bersifat sosial.
Performa, baik individu maupun kolektif, dipengaruhi oleh emosi, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh fenomena kelompok dan mekanisme psikososial.
Jadi dalam sebuah tim, penularan emosi dan pengaruh hubungan merupakan risiko sekaligus cara potensial untuk mengoptimalkan performa.
Apa yang terjadi ketika penalti diambil dalam pertandingan sepak bola? Apakah ini semata-mata masalah pengalaman emosional pemain sebelum melakukan tendangan?
Baca Juga: Nike Rilis Sepatu Signature Pertama Vinicius Jr Bertema Joga Bonito
Sebuah tesis oleh Guillaume Perreau-Niel dari laboratorium Psy-DREPI di Universitas Burgundy saat ini sedang mengeksplorasi keadaan emosional atlet pada momen krusial ini.
Secara khusus, ia berusaha memahami faktor-faktor yang memengaruhi kondisi emosional pemain.
Hasil awal menunjukkan bahwa, selain taruhannya (baik individu maupun kolektif), bahasa tubuh rekan dan lawan memengaruhi emosi pemain sebelum melakukan pukulan.
Baca Juga: Stadion Terbesar Dunia Dibangun Maroko, Siap Gelar Final Piala Dunia 2030
Emosi adalah pengalaman subjektif yang berasal dari proses biologis dan kognitif.
Artikel Terkait
Head to Head Persebaya vs Bali United FC, Bertekad Akhiri Tren Negatif di Pengujung Kompetisi
Tangis Son Pecah Usai Penantian 17 Tahun di Tottenham
Update Cedera Kevin Diks dan Sandy Walsh Jelang Laga Timnas Indonesia
Ange Postecoglou Bawa Spurs Juara Liga Europa, Mo Salah Beri Respons Mengejutkan
Shai Gilgeous-Alexander, Most Valuable Player (MVP) NBA musim 2024-25