Satu-satunya tujuan Ronaldo adalah kemenangan. Setiap hari.
Itu bukan arogansi: itu keyakinan yang dipupuk selama bertahun-tahun membungkam para pencela dan mengubah keputusasaan menjadi bahan bakar.
Ketika penggemar Manchester United hanya melihatnya sebagai anak laki-laki yang terlalu banyak berpura-pura, ia tidak meminta kesabaran.
Ia justru berlatih dalam bayang-bayang, membentuk bukan hanya tubuh tetapi juga sisi psikologisnya, mengubah kelemahan yang dirasakan menjadi keyakinan baja.
Baca Juga: Kobe Bryant x FC Barcelona x Nike Air Force 1 Pertama Kali Diperkenalkan
Setiap kekalahan besar adalah percikan untuk menemukan kekuatan. Setiap kejatuhan adalah teka-teki untuk dipecahkan, kerentanan untuk dihilangkan.
Tuduhan keegoisan di masa-masa Real Madrid-nya, klaim bahwa ia tidak mencetak gol dalam pertandingan-pertandingan penting, menciptakan amarah yang membara yang menjadi gol dan penampilan yang menghancurkan.
Responsnya: gestur-gesturnya setelah gol, jari di bibir, lengan terbuka, dada membusung, seruan "Siiiiuuuuu".
Dibandingkan dengan para legenda modern lainnya, Ronaldo adalah monster fisik. Ketika Neymar cedera, Ronaldo selalu ada.
Baca Juga: Efek Megawati! Follower Klub Turki Manisa BBSK Melejit 5 Kali Lipat
Ketika Zlatan Ibrahimovic pingsan di momen-momen menentukan, Ronaldo mencetak gol.
Setelah melihat kuku Ibrahimovic yang rusak, ia memutuskan untuk merawat kakinya secara obsesif.
Sesi mingguan dengan ahli penyakit kaki, sol dalam yang dibuat khusus, sepatu yang diperkuat, dan kuku kaki yang dicat hitam, sebuah ritual yang ditiru dari para petinju untuk mencegah infeksi dan sebagai perisai psikologis.
Bahkan kuku jarinya dirawat hingga milimeter terkecil untuk menghindari robekan dalam duel udara.
Sementara kuku-kuku lainnya naik turun, rasa lapar Ronaldo tetap ada. Bahkan ketika ia meninggalkan Eropa menuju Teluk.
Artikel Terkait
Bus Tim Putri Wales Terlibat Kecelakaan, Para Pemain Terguncang
Efektivitas Pedro Jadi Pembeda, Chelsea Tantang PSG atau Madrid di Final
Dominasi Eropa Berlanjut, Chelsea Siap Ukir Sejarah di Final
Inter Pertimbangkan Gaet Penyerang Chelsea Usai Correa dan Arnautovic Hengkang
Liverpool yang Patah Hati Kembali Berlatih Pertama Kali Usai Kematian Tragis Diogo Jota