Penelitian Membuktikan Dampak Fisik Atlet Padel, Ini yang Patut Anda Ketahui

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:32 WIB
Konsep kelincahan ini juga berperan mengingat beragamnya bentuk gerakan dan pukulan yang digunakan oleh pemain padel. (magazine.co.uk)
Konsep kelincahan ini juga berperan mengingat beragamnya bentuk gerakan dan pukulan yang digunakan oleh pemain padel. (magazine.co.uk)

SportlinkNews - Padel adalah olahraga intensitas tinggi yang dilakukan secara berselang-seling dengan periode usaha dan pemulihan yang sangat singkat dan intens.

Sama seperti tenis, waktu maksimum yang diperbolehkan antara dua poin adalah 20 detik, 90 detik antara pergantian sisi, dan 120 detik di akhir setiap set.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sanudo dkk. (2008), terlihat bahwa waktu bermain sebenarnya dalam permainan padel, yaitu waktu pemain beraksi, rata-rata 71 detik, dengan waktu istirahat 73 detik.

Baca Juga: Clash of Communities: 200 Peserta Ramaikan Turnamen Padel Didukung DRX

Hal ini diukur pada pemain kompetisi nasional. Pada pemain amatir dapat mengharapkan waktu bermain yang relatif lebih lama karena telah terbukti dalam olahraga raket lain seperti tenis bahwa level yang lebih tinggi menghasilkan poin yang lebih pendek (J. Fernandez dkk., 2006).

Menurut penelitian oleh Sanudo dkk., ditunjukkan bahwa rata-rata poin dalam satu pertandingan adalah 7,72 ± 0,46 poin. Oleh karena itu, dapat menyimpulkan bahwa waktu bermain aktual per poin adalah sekitar 10 detik.

Namun, dalam penelitiannya, Sanudo dkk telah melihat bahwa waktu yang diberikan antara setiap poin tidak boleh melebihi 20 detik.

Oleh karena itu, penelitian menggunakan rasio waktu aktif / waktu pemulihan sekitar 10 detik / 20 detik. Maka, akan sangat menarik melatih split tipe 10 x 10s / 10s guna meningkatkan kualitas anaerobik yang penting untuk padel.

Baca Juga: Kepengurusan KONI Kubar Resmi Dilantik, Bupati Frederick Edwin Tegaskan Dukungan Penuh untuk Prestasi

Analisis sebuah pertandingan menunjukkan bahwa meskipun gerakan yang sangat pendek dan intensif, banyaknya perubahan arah, dan sedikitnya waktu yang tersedia untuk bergerak menggunakan kualitas anaerobik, pengulangan upaya ini dari waktu ke waktu dengan pemulihan yang tidak sempurna membutuhkan kualitas aerobik yang tinggi.

Bahkan, jika lebih dari 6% denyut jantung yang tercatat selama pertandingan berada di atas 90% denyut jantung maksimum, hal ini dijelaskan oleh beberapa kali lari sprint intensitas tinggi dengan jarak rata-rata 3 hingga 9 meter serta banyaknya perubahan arah, denyut jantung rata-rata yang tercatat dalam studinya pada 10 pemain padel adalah 139 denyut per menit ± 9,68.

Penelitian juga dapat melihat bahwa lebih dari 90% waktu bermain dihabiskan dengan kecepatan kurang dari 6 km/jam oleh para pemain selama pertandingan.

Baca Juga: Perseteruan 17 Tahun Berakhir, Gary Lineker Menghadiri Pernikahan Mewah Keponakan

Waktu yang dihabiskan dengan kecepatan tinggi (>15 km/jam) hanya mewakili 0,01% dari total waktu bermain.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: magazine.co.uk

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X