Fasitis Plantar pada Pelari Maraton

Suryansyah, Sportlink News
- Jumat, 19 Desember 2025 | 10:09 WIB

Volume dan Intensitas Latihan
Peningkatan cepat dalam jarak tempuh atau intensitas latihan dapat membebani plantar fascia, membuatnya rentan terhadap cedera. Waktu pemulihan yang tidak cukup antara sesi latihan semakin memperburuk risiko ini.

Mekanika Berjalan
Pronasi, gerakan menggulir ke dalam kaki yang normal selama berjalan, menjadi berlebihan (overpronasi) pada beberapa pelari. Pronasi yang berlebihan ini meregangkan fasia plantar, meningkatkan tegangan tarik.

Sebaliknya, supinasi (menggulir ke luar), meskipun kurang umum, juga dapat berkontribusi pada perubahan biomekanik dan peningkatan tekanan pada struktur di sekitarnya, berpotensi berdampak pada fasia plantar secara tidak langsung.

Baca Juga: Indonesia Kokoh di Peringkat Dua SEA Games 2025, Prestasi Terbaik Sejak Chiang Mai 1995

Alas Kaki dan Ortotik
Alas kaki yang tidak memadai, yang kurang memiliki penyangga lengkung dan bantalan yang cukup, dapat gagal meredam gaya reaksi tanah secara efektif, sehingga memberikan tekanan yang lebih besar pada fasia plantar.
Demikian pula, ortotik yang tidak tepat atau sudah aus dapat memperburuk ketidakseimbangan biomekanik.

Presentasi Klinis
Pasien biasanya datang dengan nyeri lokal di bagian plantar tumit, sering digambarkan sebagai nyeri tajam atau menusuk.

Nyeri biasanya memburuk pada langkah pertama setelah periode istirahat, terutama di pagi hari. Gejala dapat berkurang dengan aktivitas tetapi sering kembali setelah aktivitas yang berkepanjangan.

Perabaan pada tuberkel kalkaneus medial seringkali menimbulkan rasa nyeri.

Baca Juga: Madam Pang Hanya Ucapkan Tiga Kata Setelah Kekalahan Pahit Timnas Thailand

Strategi Penanganan:
Pendekatan multifaset direkomendasikan untuk penanganan plantar fasciitis pada pelari maraton:

- Istirahat Relatif dan Modifikasi Aktivitas: Pengurangan sementara volume dan intensitas lari sangat penting untuk memungkinkan penyembuhan jaringan.
Modalitas latihan silang, seperti bersepeda atau berenang, dapat menjaga kebugaran kardiovaskular tanpa memberikan tekanan berlebihan pada plantar fascia.

- Krioterapi: Penggunaan es pada area yang terkena selama 15-20 menit beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.

Baca Juga: Ngeri! Bruno Fernandes Ungkap Istrinya Lebih Keras dari Pengamat

- Latihan Terapi: Program latihan terstruktur yang berfokus pada peregangan gastrocnemius, soleus, dan plantar fascia sangat penting. Latihan penguatan untuk otot-otot intrinsik kaki dan otot tungkai bawah juga bermanfaat.

- Intervensi Ortotik: Ortotik khusus atau yang sudah jadi dapat memberikan dukungan lengkung kaki, mendistribusikan kembali tekanan plantar, dan meningkatkan biomekanik kaki.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: thesportzplanet

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X