"Kami mengevaluasi kekuatan otot abduktor, otot paha depan, kemampuan lompatan vertikal dan horizontal, serta kondisi hamstring," jelasnya.
Dari hasil pengukuran tersebut, tim pelatih dapat mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi performa maupun risiko cedera pemain.
"Dari data tersebut kami bisa mengetahui apakah ada ketidakseimbangan antara sisi kanan dan kiri tubuh pemain yang perlu mendapat perhatian khusus," tambah pelatih asal Portugal tersebut.
Penyerang anyar Persebaya asal Kongo, Yann Mabella, menyambut positif penggunaan teknologi tersebut. Menurutnya, measurement test seperti ini sangat membantu pemain memahami kondisi tubuh mereka secara lebih rinci.
"Dari hasil tes, kami bisa mengetahui kondisi tubuh saat ini dan area mana yang perlu ditingkatkan selama musim berjalan untuk membantu mencegah cedera," ujar Mabella.
Ia mengaku seluruh proses berjalan lancar berkat pendampingan staf pelatih Persebaya Academy yang memberikan arahan secara detail di setiap tahapan.
Baca Juga: Ruben Amorim Mengaku Banyak Membuat Kesalahan Selama Memimpin di Manchester United
Senada dengan Mabella, Ernando Ari menilai measurement test menjadi bagian penting dalam proses persiapan tim menghadapi kompetisi yang panjang.
"Tes seperti ini sangat penting karena membantu tim pelatih menentukan porsi latihan yang tepat, apakah pemain siap menjalani latihan dengan intensitas tinggi, sedang, atau masih perlu penyesuaian."
"Semua bisa terlihat dari hasil measurement test yang dilakukan," ucap kiper Timnas Indonesia tersebut.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Menuju LA 2028, PBSI Terima Dukungan Peralatan Gymnasium dan Sport Science dari Kemenpora
Revolusi Sport Science: AI Prediksi Kelelahan Pemain Muslim di Bulan Ramadan
KONI Pusat Gandeng Formula Medicine Italia untuk Kolaborasi Sport Science di Indonesia
Gencarkan Penerapan Sport Science, KONI Pusat Terima Paparan Formula Medicine Italia