Rahasia Tetap Bugar Tanpa Perlu Latihan Berjam-jam

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 9 Maret 2026 | 22:46 WIB
Ilustrasi barbel untuk angkat beban. (Pexels)
Ilustrasi barbel untuk angkat beban. (Pexels)

SportlinkNews - Strategi menjaga kebugaran di tengah jadwal padat kini mulai bergeser ke arah yang lebih praktis dan realistis. Banyak orang mulai mencari tahu berapa ambang batas aktivitas fisik paling sedikit yang harus dilakukan agar manfaat kesehatan tetap terasa nyata bagi tubuh.

Fenomena ini dijawab oleh Kepala Departemen Nutrisi Manusia, Makanan, dan Olahraga di Virginia Tech, Stella Volpe, melalui konsep yang disebutnya sebagai gerakan efektif minimum. Alur pemikiran ini tidak bertujuan menggantikan olahraga intens, melainkan mencari dosis pas yang mampu memberikan dampak signifikan bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau fisik.

Volpe menekankan pendekatan ini memiliki perbedaan mendasar dengan aturan olahraga konvensional yang selama ini dikenal masyarakat luas. Panduan olahraga tradisional dirancang untuk kesehatan jangka panjang dan aktivitas berkelanjutan. Gerakan efektif minimum fokus pada jumlah gerakan paling sedikit yang dibutuhkan untuk menghasilkan manfaat.

Baca Juga: Joao Pedro Kini Setara Haaland, Kane, dan Mbappe

"Gerakan efektif minimum adalah jumlah terkecil dari aktivitas fisik yang diperlukan untuk meningkatkan kebugaran dan mendukung hasil kesehatan yang baik. Ini tentang menemukan dosis gerakan yang cukup yang masih memberikan perbedaan berarti," ujar Volpe menjelaskan definisi dasar konsep tersebut.

Menurutnya, model ini sangat menarik bagi individu yang mungkin belum siap berkomitmen pada sesi latihan yang panjang namun tetap mengharapkan hasil. Optimisme ini pun didukung oleh berbagai temuan ilmiah mengenai efektivitas aktivitas dalam durasi yang sangat singkat.

"Penelitian menunjukkan bahwa ledakan aktivitas singkat, yang terkadang disebut camilan olahraga (exercise snacks), dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, dan kesehatan metabolik," ucapnya.

Baca Juga: Rowing Machine Jadi Alternatif Kardio Efektif yang Ramah Sendi

Sesi-sesi singkat ini, menurut Volpe, akan terakumulasi seiring berjalannya waktu. Aktivitas tersebut dapat berdampak positif pada kontrol gula darah, manajemen berat badan, dan kebugaran secara keseluruhan.

Mengenai jenis gerakannya, Volpe menyebutkan hampir semua aktivitas fisik yang meningkatkan detak jantung bisa dikategorikan efektif. "Banyak aktivitas yang masuk hitungan. Jalan cepat, naik tangga, lari, melakukan push-up, air squat, burpee, jumping jacks, atau gerakan beban tubuh lainnya bisa sangat efektif," paparnya.

Kunci utama dari gerakan ini bukanlah durasi, melainkan keterlibatan fisik yang tepat sasaran. Intinya adalah melibatkan kelompok otot besar dan meningkatkan detak jantung seseorang, meskipun hanya dilakukan dalam waktu yang singkat.

Baca Juga: Gol Estupinan Bawa AC Milan Menang Tipis atas Inter di Derby della Madonnina

Bagi masyarakat awam, Volpe memberikan indikator sederhana untuk mengukur apakah gerakan yang dilakukan sudah mencapai ambang batas efektif atau belum. "Indikator sederhananya adalah bagaimana perasaan Anda. Anda harus merasa sedikit tertantang, bernapas sedikit lebih berat, dan otot bekerja, namun tetap merasa sanggup melakukan sedikit lebih banyak lagi," jelasnya.

Volpe juga menyarankan untuk melakukan penyesuaian jika intensitas dirasa kurang atau justru berlebihan. "Jika terasa terlalu mudah, mungkin stimulannya tidak cukup. Jika terasa sangat berat, kurangi intensitasnya sedikit. Seiring waktu, Anda akan menyadari bahwa aktivitas yang sama bisa diselesaikan dengan usaha yang lebih ringan, yang menandakan peningkatan kebugaran."

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Medical Xpress

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Minggu, 4 Januari 2026 | 22:28 WIB

Seberapa Penting Manajemen Tidur untuk Atlet?

Minggu, 15 Juni 2025 | 23:39 WIB

Manfaat Yoga untuk Aktivitas Olahraga

Jumat, 14 Februari 2025 | 07:51 WIB
X