SportlinkNews - Istilah Sport Science sepertinya belum terdengar akrab di telinga khalayak umum. Namun bagi para pelaku dan pecinta olahraga, sport science bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan. Bahkan istilah sport science merupakan kunci kesuksesan dalam prestasi olahraga.
Di Indonesia istilah sport science kembali bergaung setelah Zainudin Amali menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI). Menpora Amali pada perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 tahun 2020 menekankan ada tiga tema besar yang diusung pada Haornas yang digelar di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta.
Ketiga tema tersebut adalah sport science, sport tourism, dan sport industry. Ya, Menpora Amali kala itu memang getol menyebut-nyebut sport science sebagai kunci menuju prestasi dalam dunia olahraga.
Menurutnya, peran sport science sangat penting dalam pengembangan olahraga di Indonesia. Bahkan, Amali tidak segan-segan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta pihak universitas untuk melakukan riset mengenai sport science.
Baca Juga: Biotech Hack Menjanjikan Kentang Goreng Segar yang Lebih Renyah dan Beraroma
"Ke depan memang kita harus terus bekerja sama dengan BRIN, karena dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), sport science adalah pemandu utama bagi atlet dalam berprestasi, dan itu juga ada di BRIN," ungkap Amali kala itu.
Dari berbagai sumber, sport science merupakan penerapan berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu kepelatihan, biomekanika, motor control dan motor development, psikologi, nutrisi dan masih banyak lagi.
Merujuk pada pengertian tersebut maka sport science bisa diartikan sebagai penerapan beberapa ilmu pengetahuan pendukung dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga. Ada keterlibatan atau campur tangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menunjang performa atlet.
“Sport Science sangat diperlukan untuk mengembangkan performa tinggi atlet khususnya fisik, teknik, taktik dan psikis. Namun sayangnya, masih banyak pelatih di Tanah Air tidak mau menerapkan sport science karena menganggap iptek justru mempersulit pekerjaannya,” ujar Prof. Dr. Hari Setijono M.Pd, Dosen Ikor UNESA dikutip dari laman Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), (14/10/2019).
Sport science merupakan disiplin ilmu yang mempelajari penerapan dari prinsip-prinsip sains dan teknik-teknik yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga. Sport Science bisa digunakan untuk memprediksi dan membandingkan hasil dari tes yang telah dilakukan, memonitor hasil pelatihan yang telah dilakukan.
Baca Juga: Model Baru, Sepatu MIT Memengaruhi Performa Pelari
Dia juga dapat digunakan sebagai penentu keputusan, menetapkan suatu tujuan, bila perlu dilakukan suatu revisi program, dapat digunakan untuk melakukan identifikasi bakat dan penentuan sasaran, sebagai bahan untuk memberikan motivasi, serta tidak semua cabang dapat diukur dengan alat yang sama, dan masing-masing mempunyai keunikan tersendiri.
Pemanfaatan sport science sudah banyak dilakukan di beberapa negara seperti Jerman, Cina, Korea Selatan, dan Australia. Mereka melakukan intervensi dengan memasukan sport science dalam pembinaan olahraga di negara masing-masing. Hasilnya, terbukti prestasi atlet negara tersebut mencapai puncaknya.
Beberapa bidang ilmu pengetahuan bisa diaplikasikan pada sport science, seperti: sports medicine, sports physiology, sports biomechanics, sports psychology, sport nutrition, coaching, dan research.
Artikel Terkait
Papua Kandidat Tuan Rumah Piala AFF U-16, PSSI Sudah Inspeksi
French Open 2024: Chico Kejutkan Kodai Naraoka
Bali United Taklukkan Tangerang Hawks, Abraham Wenas Trengginas
Pendapatan Komersial Liverpool Naik Rp 5,42 Triliun, Tapi Masih Kalah dengan 2 Manchester