Rangkaian latihan para atlet, lanjut Nanang, haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan. Tidak boleh hanya asal latihan. Penyusunan beban latihan harus sesuai.
Selain itu, kata Nanang, latihan para atlet juga harus spesifik. ”Yang ketiga harus spesifik latihannya. Jangan hanya latihan beban, jangan hanya pergi ke gim, tetapi otot mana yang dilatih. Kekurangan Jojo berbeda dengan kekurangan yang lain. Itu harus spesifik. Tidak boleh disamakan latihannya. Kunci kesuksesan secara umum ada di situ,” tuturnya.
Intinya harus terbuka dengan ilmu baru mengingat perkembangan science di luar negeri sudah sangat cepat sehingga mau tidak mau kita harus berani keluar dari zona nyaman, belajar ilmu baru dari luar negeri.
Artikel Terkait
Semua Tentang Budaya Olahraga di Korea, Tertua Cabor Taekwondo Sejak Abad 1 SM
Jihyo TWICE Berkencan dengan Atlet Olimpiade Yun Sung Bin
Live RCTI Vietnam vs Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Bicara Strategi
Sambil Ucap Insya Allah, Ragnar Oratmangoen Ingin Segera Debut di Timnas Indonesia