SportlinkNews - Para atlet ditanyai apa yang mereka anggap sebagai penyebab kesuksesan terbesar mereka. Meskipun hasil yang mungkin dapat diprediksi, persepsi adalah hal yang sangat subyektif.
Teori Atribusi dan Motivasi
Teori atribusi adalah pendekatan kognitif terhadap motivasi atlet, dengan asumsi atlet ingin menjelaskan skenario olahraga berdasarkan persepsi kognitifnya. Atribusi kausal didasarkan pada persepsi.
Pendiri teori atribusi yang diakui adalah Fritz Heider (1944).
Seorang psikolog dikutip dari How They Play menjelaskan keberhasilan dan kegagalan, penjelasan kinerja dapat diklasifikasi menjadi tiga subkategori berbeda yakni: Stabilitas atribusi, Lokus kausalitas, dan Lokus kendali.
Stabilitas Atribusi Kausal
Keberhasilan dan kegagalan seorang pemain dapat disebabkan oleh banyak faktor. Faktor stabil adalah faktor yang tetap konstan, seperti tingkat bakat Anda jika Anda mengalahkan lawan yang kurang berbakat.
Baca Juga: Menko PMK Minta Renovasi Pembagunan SHB Digeber
Faktor yang tidak stabil dalam performa Anda dapat dianggap sebagai keberuntungan dalam bentuk keputusan yang dibuat oleh wasit (atau keputusan wasit dalam kasus banyak penggemar sepak bola, yang bersikeras bahwa keputusan tersebut menentukan permainan).
Jika seorang atlet yang memiliki riwayat kesuksesan tiba-tiba dikalahkan, akan sulit untuk menentukan dampak apa yang mungkin disebabkan oleh kegagalan tersebut. Jika hasilnya tidak konsisten dengan skenario sebelumnya, kita pasti akan memperkirakan akan terjadi ketidakstabilan.
Contoh Skenario Atribusi Pegolf
Bayangkan sebuah skenario di mana Anda mendapat skor 73 di lapangan golf 18 hole yang baru.
Anda merasa berada di puncak dunia dan yakin bahwa Anda akhirnya menunjukkan kemampuan Anda yang sebenarnya. Sampai Anda kembali ke clubhouse dan menemukan bahwa salah satu rekan bermain tetap Anda, yang tidak pernah mendapat skor di bawah 80, juga mendapat skor di angka 70-an.
Akibatnya, Anda kesulitan untuk mengaitkan skor rendah Anda secara internal karena Anda yakin bahwa kursus tersebut bukan disebabkan oleh kemampuan Anda sendiri, melainkan karena kurangnya kesulitan.
Lokus Kausalitas Dalam Kesuksesan dan Kegagalan
Lokus kausalitas Anda dalam teori atribusi berfokus pada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja.
Artikel Terkait
Delapan Atlet Jadi Wajah Merek Fashion Ternama
Sneaker Adidas Samba Terinspirasi GOAT Lionel Messi
Tyson Fury Pamer Transformasi Tubuh Berkat Diet, Siap Duel dengan Oleksandr Usyk
Songongnya Justin Hubner Balas Komentar Pemain Vietnam: Too Easy!
Hasil Liga 1: Egy Maulana Vikri Nggak Ada Capeknya, Dewa United Jaga Asa Finis 4 Besar