Kausalitas internal mungkin terkait dengan kegigihan mental Anda. Ketangguhan mental seorang atlet dianggap sebagai senjata dalam persenjataan olahraganya. Penyebab internal seringkali juga menyebabkan kinerja yang buruk, seperti penundaan setelah pukulan tenis yang buruk.
Kausalitas eksternal didasarkan pada faktor-faktor di luar kendali Anda. Cuaca buruk mungkin disebabkan oleh lemahnya kompetitor untuk acara bersepeda jalan raya.
Lokus Kendali
Ada banyak faktor yang dapat dikontrol oleh seorang atlet, mulai dari persiapan dan latihan sebelum pertandingan hingga cara menembak dan bentuk fisik lawan.
Pentingnya Atribusi dalam Olahraga
Atribusi penting dalam diri para olahragawan karena mereka mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harapan kita terhadap kinerja di masa depan.
Dengan menghubungkan keberhasilan kita dengan faktor-faktor yang stabil, seorang atlet dapat memperkirakan kejadian di masa depan dari kinerja tersebut. Jika kinerja berhasil, hal ini selanjutnya dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri.
Sebaliknya, seorang atlet yang terlihat tersedak pada momen-momen penting dalam suatu pertandingan mungkin mengaitkan hasil kinerja tersebut dengan kausalitas yang tidak stabil yang menyebabkan penurunan motivasi.
Baca Juga: Keunggulan Atlet Lengan Panjang
Emosi seperti kebanggaan dan rasa malu sering dikaitkan dengan faktor internal dan faktor di luar kendali kita.
Atribusi: Pertimbangan untuk Pelatih
Kenyataan: Atribusi yang dipilih seorang atlet untuk menjelaskan kinerjanya mengungkapkan banyak hal tentang struktur motivasinya sendiri.
Penerapan untuk pelatih: Pelatih harus memperhatikan atribusi yang digunakan atlet untuk menjelaskan kinerjanya tanpa pemecatan. Dengan menganalisis, seorang pelatih dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang struktur atribusi dasar atletnya.
Pelatih mungkin perlu duduk bersama atletnya dalam penilaian jika atribusi yang dibuat tidak tepat.
Atribusi dan Ketidakberdayaan yang Dipelajari dalam Olahraga
Dalam kehidupan dan olahraga kompetitif, ada beberapa atlet yang berperilaku seolah-olah situasi berada di luar kendali mereka.
Hal ini sering disebut sebagai ketidakberdayaan yang dipelajari dan merupakan keadaan psikologis yang menunjukkan hilangnya kendali.
Di bawah ancaman kegagalan, atlet mungkin mengaitkan situasi tersebut dengan kurangnya kemampuan.
Bagi seorang pelatih, penting untuk memastikan bahwa seorang atlet yang sedang berkembang dapat mengaitkan kesuksesan dengan faktor-faktor yang stabil untuk memberikan harapan masa depan yang realistis dengan mengembangkan rasa percaya diri dan efikasi diri sambil memastikan faktor-faktor dalam keberhasilan kinerja tetap berdasarkan pada atribusi yang stabil dan internal.
Artikel Terkait
Delapan Atlet Jadi Wajah Merek Fashion Ternama
Sneaker Adidas Samba Terinspirasi GOAT Lionel Messi
Tyson Fury Pamer Transformasi Tubuh Berkat Diet, Siap Duel dengan Oleksandr Usyk
Songongnya Justin Hubner Balas Komentar Pemain Vietnam: Too Easy!
Hasil Liga 1: Egy Maulana Vikri Nggak Ada Capeknya, Dewa United Jaga Asa Finis 4 Besar