SportlinkNews - Penelitian menunjukkan perubahan beban lebih dari 15 persen dari minggu sebelumnya dapat meningkatkan risiko cedera hingga hampir 50 persen. Ada dua jenis beban yang harus diperhatikan: beban internal dan eksternal.
Manajemen beban adalah salah satu faktor terpenting dalam mengurangi risiko cedera pada atlet muda.
Meskipun tidak mungkin mencegah cedera sepenuhnya, memantau muatannya dapat mengurangi risiko secara signifikan.
Baca Juga: Penelitian Mutakhir dalam Biomekanik Olahraga: Dari Sains Dasar hingga Teknologi Terapan
Pelatih atlet muda harus menyadari beban latihan fisik atletnya untuk meminimalkan risiko cedera, kata seorang pelatih terkemuka dengan performa tinggi.
Meskipun tidak mungkin mencegah cedera sepenuhnya, mengetahui secara pasti seberapa banyak dan seberapa keras atlet berlatih adalah salah satu cara untuk membantu menjaga mereka tetap bugar dan sehat.
“Cedera sering kali berada di luar kendali kita, namun jika kita dapat mengedukasi masyarakat dan melatih mereka dengan cara yang benar, maka diharapkan hal tersebut dapat mengurangi cedera,” Sean Potter, pelatih performa tinggi yang berbasis di Australia dengan sejarah panjang dalam melatih atlet muda, mengatakan selama kursus singkatnya tentang 'Pengurangan Cedera Remaja'.
Baca Juga: Sentuhan Apik Pribumi pada Desain Seragam Australia untuk Olimpiade Paris 2024
“Manajemen beban adalah salah satu faktor terpenting dalam mengurangi risiko cedera pada atlet muda. Tidak ada satu cara singkat untuk mencegah cedera, selain manajemen beban. Kerugian akan terjadi, namun kami hanya berharap bahwa ketika semua sistem yang tepat sudah diterapkan, risiko tersebut dapat dikurangi.”
Ketahui data apa yang harus dicari
Potter mengatakan ada dua jenis beban yang harus diwaspadai: internal dan eksternal.
Beban eksternal adalah stimulus eksternal yang diterapkan pada atlet, seperti pekerjaan yang diselesaikan, lari jarak jauh, atau angkat beban. Beban internal merupakan respon psikologis dan fisiologis individu terhadap beban eksternal.
Potter mengatakan ada berbagai metode untuk melacak beban internal, termasuk sesi Rate of Perceived Exertion (RPE), detak jantung, dan kuesioner kesehatan.
Dalam hal pelacakan beban eksternal, unit GPS dan pelacak aktivitas adalah pilihan sederhana terbaik untuk atlet muda.
Beban pelacakan membantu pelatih menyadari setiap perubahan beban kerja, dengan perbedaan 15 persen dari minggu sebelumnya meningkatkan risiko cedera hampir 50 persen.
Artikel Terkait
Black Metallic Air Jordan 5s Dikabarkan Kembali pada 2025
5 Atlet yang Sukses dalam Bisnis
Fan Fest EURO 2024 Digoyang Ed Sheeran, Nelly Furtado, Mark Forster dan Dylan
Timnas U-23 Indonesia Raih Kemenangan atas Uni Emirat Arab di Laga Uji Coba, Siap Songsong Piala Asia U-23 2024
Bukan Megawati, Tapi Giovanna dan Red Sparks yang Dapat Penghargaan