Kemajuan Teknologi dalam Tinju: Menempatkan Ilmu Pengetahuan dalam Sains yang Manis

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 5 Mei 2024 | 07:36 WIB
Pertahanan sempurna Floyd Mayweather dan refleks yang terasah adalah hasil dari sistem pelatihan jadul yang dipadukan dengan inovasi modern seperti sauna nitrogen cair. (engineering)
Pertahanan sempurna Floyd Mayweather dan refleks yang terasah adalah hasil dari sistem pelatihan jadul yang dipadukan dengan inovasi modern seperti sauna nitrogen cair. (engineering)

Pernapasan adalah salah satu aspek pelatihan Lomachenko yang memadukan tradisi dengan teknologi. Selain berenang dan menahan napas di bawah air, Lomachenko juga menggunakan POWERbreathe K5 untuk meningkatkan pernapasannya.

Perangkat pelatihan otot inspirasi (IMT) genggam ini dirancang dengan mekanisme resistensi yang dapat disesuaikan yang memaksa paru-paru dan diafragma Lomachenko bekerja lebih keras saat menarik napas.

Sebaliknya, pernafasan tidak terbebani, sehingga paru-paru dan diafragmanya rileks. Oleh karena itu, POWERbreathe pada dasarnya adalah halter untuk diafragma Anda.

Perangkat lunak BreatheLink POWERbreathe K5 memberikan rincian visual statistik pernapasan petinju. (Powerbreathe)

Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan perangkat lunak BreatheLink yang menampilkan semua data pernapasan yang dikumpulkan — lengkap dengan volume aliran udara, daya inspirasi, aliran inspirasi, dan energi yang digunakan. Hal ini juga memungkinkan pengguna untuk memantau pernapasan mereka selama periode waktu yang berurutan.

Maka tidak mengherankan jika stamina Lomachenko sangat melegenda. Faktanya, rekor pribadinya dalam menahan napas adalah lebih dari empat menit. Sebagai perbandingan, meskipun rezim pelatihan mereka sederhana, Navy SEAL hanya mampu menahan napas selama dua hingga tiga menit.

Pertunjukan Tangan
Tidak ada yang lebih penting bagi petinju selain tangan mereka, yang merupakan titik tumpu dari keseluruhan olahraga. Tidak mengherankan, teknologi terbaru berfokus pada pengumpulan data sebanyak mungkin mengenai ketangkasan tangan, daya ledak, kecepatan, dan kekuatan.

Baca Juga: Tampilan Pertama Travis Scott Jordan Jumpman Jack Mocha

Empat teknologi tersebut termasuk sensor PIQ Robot Blue, Hykso, Striketec dan Corner. Semua ini beroperasi dengan prinsip yang sama: dua sensor kecil dipasang di pergelangan tangan petarung, baik di bungkusnya, di bagian luar, atau di dalam sarung tangan.

Setelah diaktifkan, mereka memantau jumlah pukulan, kekuatan di balik pukulan, kecepatan pukulan, detak jantung petinju, dan data lainnya.

Perangkat ini juga dirancang tahan keringat, karena tangan petinju banyak mengeluarkan keringat selama latihan dan pertandingan.

Baca Juga: Botafogo Debutkan Seragam Kandang Baru Musim 2024-2025 dari Reebok

Menurut situs webnya, Hykso menawarkan prosesor AI yang kuat yang “dilatih dengan ribuan pukulan dan gerakan petinju profesional, amatir, dan pemula” dan dapat melacak enam derajat gerakan “ratusan kali per detik.”

Hysko berpasangan dengan ponsel pintar apa pun melalui Bluetooth untuk menyampaikan semua informasi latihan secara real-time.

Aplikasi ini tidak hanya memungkinkan petarung untuk melihat kemajuan mereka dalam angka atau grafik, namun mereka juga dapat membandingkan kemajuan dengan petarung lain di sasana.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: engineering

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X