Fisik
Fisik dasar memberi tahu kita bahwa gaya pukulan bergantung pada hubungan Impuls-Momentum (perubahan momentum yang dialami suatu benda akibat aksi suatu gaya sama dengan impuls gaya resultan).
Jika Anda memiliki lebih banyak massa (berat) dan Anda dapat menggerakkan massa tersebut dengan cepat (momentum), Anda akan menciptakan lebih banyak dorongan pada target Anda.
Iinilah kenapa pelanggan kelas berat yang paling keras.
Kekuatan
Kita dapat mengukur kekuatan pukulan (aksi suatu benda terhadap benda lain) di laboratorium. Metrik yang kami gunakan disebut Newton (setelah Sir Isaac Newton). Semakin tinggi Newton (N) semakin besar gaya atau semakin keras pukulannya.
Gaya pukulan dalam tinju amatir adalah sekitar 2500 N. Jika berat Anda 70 kg (11 stone atau 154 lbs), Anda akan mengerahkan gaya sekitar 700 N di tanah yang diam saja. Itu membuat kekuatan pukulannya sekitar 3,5 kali massa tubuh.
Kecepatan
Untuk membuat nilai gaya ini lebih mengesankan, pukulan Anda memerlukan waktu sekitar enam per seratus detik (60-100 ms) untuk dilempar. Jadi, Anda dapat melihat bagaimana kekuatan dan kecepatan merupakan komponen integral dari performa.
Baca Juga: Tiket Timnas Indonesia Kelewat Mahal, Warganet Sindir PSSI Butuh Duit Banget
Gajah dan Roket
Sebuah pukulan membutuhkan banyak tenaga untuk dihasilkan dalam waktu singkat. Hal ini sering disebut, kita mengkaji seberapa cepat gaya berkembang dengan mengukur sesuatu yang disebut laju perkembangan gaya. Dalam istilah tinju, kita bisa menyederhanakannya dengan 'kecepatan tangan'.
Jika sesuatu berpotensi menghasilkan banyak momentum, biasanya benda itu berukuran besar, seperti gajah atau tank. Atau ringan namun mampu menghasilkan kecepatan tinggi – seperti roket.
Karena momentum adalah massa suatu benda dikalikan dengan kecepatannya, jika kita meningkatkannya, kita dapat meningkatkan momentumnya.
Baca Juga: Erick Thohir Temui KNVB, Sepakat Timnas Belanda Vs Timnas Indonesia
Namun menjadi petinju biasanya berarti Anda harus berkompetisi pada bobot tertentu. Artinya, kecuali Anda seorang petinju kelas berat, sulit untuk mengubah Anda menjadi seekor gajah.
Untuk mendapatkan pukulan yang benar-benar efektif, Anda memerlukan 'jepret' di akhir pukulan Anda.
Inilah yang dikenal sebagai 'massa efektif', yaitu ketika seluruh tubuh menimbulkan kekakuan singkat saat terjadi benturan, hal ini terutama terjadi pada lengan, bahu, dan otot inti.
Artikel Terkait
Menjamu Irak dan Filipina, Sekjen PSSI Sebut Kondisi Rumput SUGBK Lebih Baik
Timnas Indonesia Vs Irak, Tiket Termurah Rp250 Ribu
Begini Cara Beli Tiket Pertandingan Timnas Indonesia Vs Irak dan Filipina
Sandy Walsh Ingin Timnas Indonesia Main di Piala Dunia, Skuad Garuda Harus Punya Tujuan Jelas
Tiket Timnas Indonesia Kelewat Mahal, Warganet Sindir PSSI Butuh Duit Banget