Penjelasan tentang Fleksibilitas: Cara Mengukur dan Melatih Sendi

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 13 Agustus 2024 | 06:10 WIB
Fleksibilitas tidak mengurangi risiko cedera, dan bahkan dapat meningkatkannya. (sportscienceinsider)
Fleksibilitas tidak mengurangi risiko cedera, dan bahkan dapat meningkatkannya. (sportscienceinsider)

Orang-orang berpendapat bahwa foam rolling dapat memecah perlengketan pada otot dan jaringan ikat, sehingga meningkatkan fleksibilitas.
Orang-orang ini salah.

Jumlah tekanan yang harus Anda berikan pada otot manusia untuk benar-benar mengubah strukturnya secara fisik setidaknya 50-100 kali lipat dari apa pun yang dapat diberikan oleh foam roller.

Itu juga akan sangat menyiksa, kita berbicara tentang tingkat penyiksaan abad pertengahan yang menyakitkan.

Baca Juga: Debut Impresif Rafael Struick di ADO Den Haag, Ada Peran Penting Mantan Pelatih PSM Makassar

Jadi, apa manfaat foam rolling? Sederhananya, foam rolling terasa menyenangkan, seperti pijatan, yang membantu Anda rileks, dan orang yang rileks cenderung lebih fleksibel. Namun, efek ini hanya berlangsung sekitar 10-15 menit.

3. Peregangan Dinamis
Peregangan dinamis melibatkan gerakan masuk dan keluar dari berbagai posisi yang memanjangkan otot tertentu. Misalnya, melakukan ayunan kaki, rotasi bahu dan lengan, atau latihan seperti squat dan lunge.

Ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa peregangan dinamis dapat digunakan sebagai bagian dari pemanasan olahraga untuk meningkatkan aliran darah, meningkatkan rentang gerak sendi, dan meningkatkan performa.

Baca Juga: Real Madrid Sambut Kylian Mbappe, Dinamika Ruang Ganti Tetap Positif

Fleksibilitas versus mobilitas: pertimbangan kesehatan dan performa
Jadi mengapa peregangan dinamis jauh lebih efektif daripada peregangan statis?

Ya, itu karena peregangan dinamis termasuk dalam kategori latihan 'mobilitas' dan bukan sekadar latihan fleksibilitas.

Mobilitas didefinisikan sebagai kombinasi kekuatan dan fleksibilitas, yaitu sendi Anda tidak hanya memiliki rentang gerak yang luas, tetapi Anda juga memiliki banyak kekuatan aktif di seluruh rentang tersebut.

Baca Juga: Bulutangkis Babak Belur di Olimpiade, Ketum PBSI Terpilih: Tidak Ada Lagi Kubu-kubuan

Contoh yang bagus dari hal ini adalah anak berusia 7 tahun di taman bermain versus pesenam profesional.

Keduanya dapat menyentuh jari kaki, dan meletakkan kaki di belakang kepala, dan melakukan back bridge dan sesuatu yang mirip dengan front and side split.

Namun, hanya satu dari mereka yang dapat bergerak masuk dan keluar dari posisi tersebut dengan kontrol, keanggunan, dan ketepatan.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: sportscienceinsider

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X