Orang-orang berpendapat bahwa foam rolling dapat memecah perlengketan pada otot dan jaringan ikat, sehingga meningkatkan fleksibilitas.
Orang-orang ini salah.
Jumlah tekanan yang harus Anda berikan pada otot manusia untuk benar-benar mengubah strukturnya secara fisik setidaknya 50-100 kali lipat dari apa pun yang dapat diberikan oleh foam roller.
Itu juga akan sangat menyiksa, kita berbicara tentang tingkat penyiksaan abad pertengahan yang menyakitkan.
Baca Juga: Debut Impresif Rafael Struick di ADO Den Haag, Ada Peran Penting Mantan Pelatih PSM Makassar
Jadi, apa manfaat foam rolling? Sederhananya, foam rolling terasa menyenangkan, seperti pijatan, yang membantu Anda rileks, dan orang yang rileks cenderung lebih fleksibel. Namun, efek ini hanya berlangsung sekitar 10-15 menit.
3. Peregangan Dinamis
Peregangan dinamis melibatkan gerakan masuk dan keluar dari berbagai posisi yang memanjangkan otot tertentu. Misalnya, melakukan ayunan kaki, rotasi bahu dan lengan, atau latihan seperti squat dan lunge.
Ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa peregangan dinamis dapat digunakan sebagai bagian dari pemanasan olahraga untuk meningkatkan aliran darah, meningkatkan rentang gerak sendi, dan meningkatkan performa.
Baca Juga: Real Madrid Sambut Kylian Mbappe, Dinamika Ruang Ganti Tetap Positif
Fleksibilitas versus mobilitas: pertimbangan kesehatan dan performa
Jadi mengapa peregangan dinamis jauh lebih efektif daripada peregangan statis?
Ya, itu karena peregangan dinamis termasuk dalam kategori latihan 'mobilitas' dan bukan sekadar latihan fleksibilitas.
Mobilitas didefinisikan sebagai kombinasi kekuatan dan fleksibilitas, yaitu sendi Anda tidak hanya memiliki rentang gerak yang luas, tetapi Anda juga memiliki banyak kekuatan aktif di seluruh rentang tersebut.
Baca Juga: Bulutangkis Babak Belur di Olimpiade, Ketum PBSI Terpilih: Tidak Ada Lagi Kubu-kubuan
Contoh yang bagus dari hal ini adalah anak berusia 7 tahun di taman bermain versus pesenam profesional.
Keduanya dapat menyentuh jari kaki, dan meletakkan kaki di belakang kepala, dan melakukan back bridge dan sesuatu yang mirip dengan front and side split.
Namun, hanya satu dari mereka yang dapat bergerak masuk dan keluar dari posisi tersebut dengan kontrol, keanggunan, dan ketepatan.
Artikel Terkait
Yves Bissouma Minta Maaf Posting Hirup Gas Tertawa, Tottenham Selidiki Video yang Diunggahnya
7 PemainTermahal di Hari Terakhir Bursa Transfer dalam Sejarah Sepak Bola, Nomor 1 Bukan pemain Top
Erick Thohir Tinjau Training Center Timnas Indonesia di IKN, Tampilannya Keren Habis
PSS Sleman Terbukti Terlibat Kasus Suap, Poin Dikurangi dan Didenda Rp150 Juta
Barcelona Dihadapkan Masalah Finansial, Debut Dani Olmo Terancam Tertunda