Kiat-kiat pengujian terbaik kami untuk Tes Cooper
- Persiapan
Tes Cooper adalah tes intensitas tinggi yang berlangsung lama, jadi atlet harus benar-benar siap sebelum menjalaninya.
Mereka harus memiliki tingkat pelatihan yang baik, bebas cedera, dan memiliki tenaga yang cukup sebelum tes.
Baca Juga: Terinspirasi Kenangan Era The Entertainers, Newcastle Luncurkan Seragam Tandang 2024/25
- Kecepatan
Kecepatan sangat penting dalam tes Cooper, karena memulai terlalu cepat di awal dapat menyebabkan kelelahan sebelum 12 menit berlalu.
Atlet mungkin perlu mencoba beberapa kali untuk mengetahui kecepatan optimal yang memungkinkan mereka mempertahankan upaya mereka selama tes.
Proses coba-coba ini dapat membantu atlet memahami tingkat kebugaran mereka sendiri dan mengembangkan strategi.
Baca Juga: AC Milan Lanjutkan Kolaborasi dengan A2A Demi Mengatasi Tantangan Lingkungan dan Olahraga
Motivasi
Motivasi memainkan peran penting dalam setiap tes kebugaran, termasuk tes Cooper.
Melakukan tes dalam lingkungan tim dapat menciptakan suasana yang mendukung dan kompetitif yang dapat memotivasi atlet untuk memacu diri mereka sendiri.
Dorongan dari rekan satu tim dan pelatih dapat memberikan dorongan ekstra yang dibutuhkan, serta meningkatkan pengalaman secara keseluruhan.
Baca Juga: Penampakan Tato di Tur Real Madrid
Mengukur Jarak
Mencatat jumlah putaran setiap atlet dapat menjadi tantangan saat menguji kelompok besar.
Hal ini dapat berguna untuk memasangkan atlet dan meminta setiap pasangan melacak putaran yang lain, lalu mengulangi tes untuk atlet yang berlawanan dalam pasangannya.
Cara menilai tes Cooper
Untuk menghitung estimasi VO2 maks (dalam ml/kg/menit) dari skor jarak tempuh, Anda dapat menggunakan persamaan di bawah ini:
V02 maks = (35,971 x jarak dalam mil) – 11,288
V02 maks = (22,351 x jarak dalam kilometer) – 11,288
VO2 maks = (jarak yang ditempuh dalam meter – 504,9) / 44,73
Misalnya, jika Anda menempuh jarak 2500 m dalam 12 menit, kami akan memperkirakan VO2 maks Anda sebagai (2500 – 504,9) / 44,73 = 44,603 ml/kg/menit.
Artikel Terkait
Peraih Emas Olimpiade Paris 2024 Diganjar Bonus Rp6 Miliar oleh Presiden Jokowi
Ragnar Oratmangoen Dikontrak FCV Dender hingga 2026, Selamat Bergabung, Ragnar!
Demi Persebaya Bonek Ini Nekat Borong Tiket Pertandingan Satu Musim
Erick Thohir Kembali Bertemu Shin Tae-yong, Ini yang Dibahas
Bos Ducati Pasang Badan Karena Memilih Marc Marquez untuk MotoGP 2025