Lemak: Sumber Energi Terkonsentrasi
Meskipun terkadang membuat orang takut, lemak merupakan sumber penting energi terkonsentrasi dalam tubuh manusia.
Orang-orang, terutama atlet, perlu menyertakan sumber lemak tak jenuh yang sehat dalam makanan mereka melalui alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, atau ikan yang mengandung bagian berlemak, sering kali dalam bentuk salmon, serta biji rami, yang mendukung asam lemak omega-3 untuk melawan peradangan dan menjaga kesehatan jantung.
Vitamin dan Mineral: Mendukung Fungsi Tubuh Utama
Sebagian besar vitamin dan mineral yang dibutuhkan atlet berada dalam jumlah yang lebih tinggi dari rata-rata, misalnya, vitamin D, kalsium, zat besi, dan magnesium.
Baca Juga: Ini Keuntungan Jalan-jalan Sebentar atau Naik Tangga, Patut Dicoba
Ini mendukung kesehatan tulang dan transportasi oksigen, memfasilitasi fungsi otot, dan membantu metabolisme untuk menghasilkan energi. Campuran yang baik dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan asupan susu atau susu alternatif memenuhi semua mikronutrien yang dibutuhkan atlet.
Hidrasi: El Dorado dari Performa Optimal
Hidrasi yang tepat adalah salah satu cara untuk memastikan performa atletik. Air akan selalu menjadi cairan hidrasi terbaik.
Tapi selama latihan yang intens atau lama, minuman elektrolit seperti minuman olahraga juga dapat membantu. Kadar hidrasi dapat dipantau melalui warna dan frekuensi urin, sehingga memastikan bahwa atlet tidak mengalami dehidrasi.
Baca Juga: 4 Efek Sepatu Bola Kekecilan pada Atlet: Risiko Kesehatan yang Perlu Diketahui
Waktu dan Komposisi Makanan
Nutrisi Sebelum Latihan
Makanan yang mengandung semua jenis karbohidrat, sejumlah protein, dan sedikit lemak, yang dikonsumsi 2 atau 3 jam sebelum latihan, akan mempersiapkan tubuh untuk mengisi bahan bakar sistemnya dalam persiapan untuk latihan.
Selain itu, konsumsi makanan juga harus memiliki asupan makanan yang mengandung makanan yang mudah dicerna serta yang dapat menghasilkan energi untuk jangka waktu yang cukup lama.
Contoh dari diet tersebut termasuk yang dikonsumsi selama periode sebelum latihan seperti sandwich kalkun yang disiapkan dengan roti gandum utuh dengan buah atau yogurt yang mengandung granola dan beri.
Baca Juga: Perjalanan Sha Carri Richardson dalam Olahraga dan Mode
Pemulihan Pasca Latihan
Sama pentingnya dengan makanan sebelum latihan adalah makanan pemulihan. Secara umum, disarankan bagi atlet untuk mengonsumsi camilan atau makanan yang tinggi karbohidrat dan protein dalam waktu 30 menit setelah latihan.
Ini membantu dalam mengisi kembali simpanan glikogen dan memperbaiki otot. Beberapa pilihan makanan yang paling umum bagi atlet setelah latihan adalah smoothie yang dibuat dengan pisang dan bubuk protein yang dicampur dengan susu almond dan roti gandum utuh dengan alpukat dan telur orak-arik.
Baca Juga: Timnas U-17 Indonesia Siap Hadapi Kualifikasi Piala Asia 2025: Fokus Taktik dan Psikologis Pemain
Artikel Terkait
Duet Megawati dan Bukirich Bikin Red Sparks Moncer
Klasemen dan Hasil Serie A Diperbarui Setelah Akhir Putaran 8
Neymar Kembali Beraksi Setelah 12 Bulan Absen, Langsung Bikin Gol
Pembangunan Rumah Impian Marcus Rashford di Lapangan Golf Terhenti, Begini Penampakannya
FIFA Tolak Permintaan BFA, Pertandingan Melawan Bahrain Tetap di Indonesia