SportlinkNews - Komposisi kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 kembali berpeluang berubah. Masuknya tim bola basket putra nomor 5x5 membuat jumlah atlet Merah Putih yang akan tampil di Aichi-Nagoya kemungkinan bertambah dari daftar awal.
Sebelumnya, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) telah menetapkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga untuk menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada Asian Games 2026.
Namun, tiket tambahan yang didapat bola basket putra 5x5 membuat susunan tersebut harus kembali dihitung.
Baca Juga: Arda Guler Sebut Jose Mourinho Latih Pemain Real Madrid Sangat Keras
Cabang yang sempat tidak masuk dalam daftar keberangkatan kini mendapatkan kesempatan tampil setelah Indonesia memperoleh kuota untuk berlaga di Aichi-Nagoya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan perubahan jumlah atlet masih akan dibahas bersama NOC Indonesia dan Chief de Mission (CdM) kontingen Indonesia.
Meski jumlah atlet berpotensi meningkat, Erick memastikan tambahan tersebut tidak otomatis membuat anggaran keberangkatan ikut membengkak.
Baca Juga: Terkendala Anggaran, Corinthians Tidak Perpanjang Kontrak Memphis Depay
"Nanti saya cek sama Chief de Mission, tetapi anggaran saya rasa sudah disepakati tetap Rp61 miliar tidak akan bertambah," ungkapnya dalam jumpa pers di Kemenpora, Jakarta, Rabu, 12 Agustus.
Artinya, masuknya tim basket 5x5 akan menjadi bagian dari penyesuaian komposisi kontingen tanpa mengubah pagu anggaran keberangkatan yang sebelumnya telah disepakati.
Erick juga membuka kemungkinan atlet atau cabang olahraga berangkat dengan pembiayaan mandiri. Opsi tersebut sebelumnya memang diberikan pemerintah bagi pihak yang ingin tetap tampil di Asian Games dengan skema pendanaan di luar anggaran keberangkatan kontingen.
Baca Juga: Marquinhos Mau Jadikan Trofi Piala Super Eropa Modal Positif PSG Mengarungi Musim Baru
Namun, status pembiayaan mandiri tersebut juga membawa konsekuensi tersendiri. Jika mampu memenuhi target prestasi, hasil tersebut belum otomatis mendapatkan bonus seperti atlet yang masuk dalam skema pendanaan pemerintah.
"Kalau ada yang inisiasi mau berangkat mandiri, waktu itu kami bilang boleh. Asalkan kalau dapat target, ya belum tentu ada bonus, karena itu mandiri," tegasnya.
Meski begitu, Erick menegaskan performa atlet yang berangkat secara mandiri tetap akan menjadi bahan evaluasi pemerintah. Prestasi mereka tetap dapat memengaruhi penilaian dalam penyusunan program pembinaan olahraga berikutnya.
Baca Juga: Persebaya Miliki Lima Pemain yang Jadi Pilar Penting Skuat Bajul Ijo
"Apakah tetap mereka akan dihitung sebagai angka KPI buat kegiatan ke depan, jawabannya ya jadi penilaian sendiri. Karena memang semua harus ada penilaian," tuturnya.
Dengan masuknya basket 5x5 putra, persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 pun kembali bergerak. Jumlah atlet kemungkinan berubah, tetapi pemerintah memastikan pagu keberangkatan tetap berada di angka Rp61 miliar.