Tiket Dadakan Asian Games 2026, Timnas Basket Indonesia Langsung Bidik Lolos Pool

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 10 Agustus 2026 | 18:59 WIB
Ilustrasi Timnas Basket Putra 5x5 di SEA Games 2025.
Ilustrasi Timnas Basket Putra 5x5 di SEA Games 2025.

SportlinkNews - Mendapatkan tiket Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendadak, Timnas Basket 5x5 putra Indonesia pun harus bergerak cepat, mengingat waktu persiapan yang tersisa sangat terbatas.

Kesempatan tampil di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut sebelumnya tidak masuk dalam rencana utama skuad Merah Putih. Indonesia awalnya hanya mendapatkan tiket untuk nomor putri 5x5 serta 3x3 putra dan putri.

Situasi berubah setelah salah satu negara yang sebelumnya berhak tampil di nomor 5x5 putra memutuskan mundur. Indonesia yang berada dalam daftar antrean kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengisi slot tersebut.

Baca Juga: Timnas Indonesia Berpeluang Full Team di FIFA ASEAN Cup 2026, 14 Pemain Siap Kembali

Kepastian itu baru diterima kurang dari dua bulan sebelum pertandingan dimulai. Kondisi tersebut membuat Badan Tim Nasional (BTN) DPP PERBASI tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi.

Managing Director BTN DPP PERBASI Jeremy Imanuel Santoso mengatakan, peluang tersebut datang setelah Indonesia masuk dalam daftar tunggu berdasarkan peringkat FIBA Asia.

Sesuai ketentuan awal, peserta Asian Games ditentukan berdasarkan peringkat FIBA Asia hingga batas akhir Desember 2025. Indonesia yang berada di luar kuota akhirnya mendapat tiket setelah salah satu negara di atas peringkat Merah Putih memilih mundur.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 Dilangsungkan di SUGBK dan Si Jalak Harupat

"Kita hanya diinfo bahwa kita masuk antrean berikutnya untuk menjadi partisipan di Asian Games," kata Jeremy.

Begitu kepastian didapat, pihaknya mengaku langsung berkoordinasi dengan Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk menyelesaikan persiapan administrasi. 

Tantangan semakin besar karena Timnas Basket 5x5 putra sebenarnya sudah memiliki agenda yang tidak kalah penting.

Baca Juga: Dilepas Chelsea, Trevoh Chalobah Gabung Como 1907

Sebelum menuju Asian Games, skuad Merah Putih tengah dipersiapkan menghadapi babak pra-kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 pada 28, 30, dan 31 Agustus ini, di Malaysia.

Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura, Hong Kong, dan Malaysia dalam rangkaian pertandingan tersebut.

Sebanyak 19 pemain saat ini sudah mengikuti pemusatan latihan di Dewa United Arena. Namun, kebutuhan Asian Games membuat komposisi tim akan kembali mengalami perubahan.

Baca Juga: Sinyal Transfer Makin Kuat, Nunez Sambut Kehadiran Ronald Araujo di Liverpool

BTN berencana menambahkan empat pemain pada pekan kedua Agustus. Pemain-pemain tersebut dipilih untuk memperkuat skuad yang akan menghadapi persaingan level Asia.

"Kita pastinya ingin siapkan tim terbaik dengan pemain terbaik. Maka dari itu di BTN berusaha secara keras untuk memastikan partisipasi dari beberapa pemain kita yang main di liga profesional luar Indonesia," ujar Jeremy.

Manajer Timnas Basket Indonesia Rivaldo Tantra menjelaskan, kebutuhan tim untuk dua agenda tersebut tidak sepenuhnya sama.

Baca Juga: Bos LaLiga Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA

Pra-kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 akan menjadi kesempatan untuk menguji kedalaman pemain lokal. Sementara Asian Games memiliki level persaingan yang lebih tinggi sehingga pengalaman menjadi salah satu pertimbangan utama.

"Total ada 23 pemain yang kami panggil untuk pelatnas Asian Games. Namun, setelah Pra-Kualifikasi FIBA Asia akan kami lihat lagi untuk disesuaikan dengan kebutuhan tim," tegas Rivaldo. 

Tantangan Indonesia sudah terlihat dari hasil undian yang digelar pada 7 Agustus 2026.

Baca Juga: Persiapan Lebih Matang, Viktor Gyokeres Menatap Musim Penuh Percaya Diri

Indonesia masuk Pool A bersama Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Pool B dihuni Iran, Jordania, Taiwan, serta Qatar. Sementara Pool C mempertemukan China, Filipina, Bahrain, dan Kazakhstan.

Jika melihat peringkat FIBA, Indonesia menjadi tim dengan ranking terendah di Pool A. Merah Putih berada di posisi ke-94 dunia, sedangkan Jepang menempati peringkat ke-22, Korea Selatan ke-54, dan Arab Saudi ke-65.

Posisi rangking timnas yang rendah itu tidak membuat BTN menurunkan target. Mereka tetap membidik tiket lolos ke fase lanjutan. Target tersebut diakui memang berat, tetapi justru menjadi alasan bagi tim untuk memaksimalkan kesempatan yang datang secara mendadak ini.

Baca Juga: Enggan Terbeban Gelar Juara Dunia, Jorge Martin Pilih Fokus Menjaga Konsistensi

"Kita harapkan semua bisa join. Lalu kita ingin targetkan lolos pool walaupun kita juga tahu di pool ini kita rangking paling rendah dan lawan tim besar seperti Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi," tukas Jeremy menambahkan. 

Indonesia akan memulai perjuangan di Asian Games 2026 pada 10 September melawan Jepang. Selang sehari, Korea Selatan sudah menunggu. Indonesia akan menutup fase grup dengan menghadapi Arab Saudi pada 13 September.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Perbasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DBL Academy Selection Team Timba Ilmu ke Jepang

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB
X