Di NFL Amerika, jumlah total cedera cenderung meningkat, terlepas dari semua upaya yang dilakukan liga untuk meningkatkan keamanan olahraga.
Tim olahraga dan atlet ingin menggunakan teknologi dan data untuk membantu memahami alasan atlet mengalami cedera tertentu dan cara mencegahnya.
Melacak Pergerakan secara Real Time
Contoh dari teknologi tersebut termasuk VU, oleh Pivot. VU adalah perangkat yang menggunakan sensor Pivot untuk mengamati tubuh dan performa atlet secara real time.
Teknologi ini mampu menganalisis pendaratan pemain, pemotongan, sprint, dan gerakan lainnya untuk memahami performa dan teknik seorang atlet.
Dengan menggunakan teknologi tersebut, tim dan individu dapat memahami apakah teknik tertentu menyebabkan cedera, atau hanya menderita karena kelelahan atau ketegangan yang berlebihan.
VU juga dapat digunakan untuk membantu atlet melakukan rehabilitasi dari cedera otot atau tulang yang parah, karena gerakan mereka dilacak dan dianalisis selama setiap langkah rehabilitasi.
Tidaklah mungkin untuk memahami bagaimana setiap atlet dipengaruhi oleh aktivitas atau kelelahan yang berbeda dengan menerapkan pendekatan “satu ukuran untuk semua”.
Itulah sebabnya beberapa orang mengambil pendekatan yang sangat personal untuk memahami tubuh atlet elit. Kitman Labs meminta pemain untuk melewati stasiun Microsoft Kinect setiap hari, di mana mereka menggerakkan otot yang berbeda dengan cara yang sama setiap saat.
Pelatih mendapatkan informasi secara instan, memungkinkan mereka membandingkan fleksibilitas dan jangkauan pemain dengan hari-hari lainnya. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pengujian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menentukan masalahnya.
Beberapa cedera sulit dicegah, seperti cedera kontak. Namun masalah otot dapat dicegah melalui analisa dan istirahat.
Jika sistem Kitman Labs melihat ada pemain yang menggerakkan kaki kirinya secara berbeda dari hari-hari sebelumnya, mereka mungkin dapat mendeteksi masalah hamstring atau paha pada tahap awal.
Sang pemain bisa beristirahat selama seminggu dan kembali dalam kondisi prima. Jika masalah ini tidak diperhatikan, atlet akan terus bermain sampai ototnya mengalami cedera atau robek, yang merupakan masalah yang jauh lebih lama dan rumit.
Menurut Kitman Labs, mereka melihat penurunan tingkat cedera sebesar 20 hingga 33 persen di antara tim mitra mereka.
Sistem Pemulihan Cedera
Cryotherapy adalah praktik yang sangat populer dalam olahraga, dan mendapatkan banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir.
Konsep cryotherapy adalah memaparkan bagian tubuh pada suhu beku atau mendekati titik beku. Meskipun ini bukan pengalaman yang paling menyenangkan, terutama bagi mereka yang membenci kedinginan, hal ini dikatakan dapat membantu pemulihan selama musim olahraga.