sport-science

PBSI Sport Science Analytics, Ikhtiar Mencapai Prestasi Tertinggi di Olimpiade Los Angeles 2028

Rabu, 15 Januari 2025 | 17:00 WIB
PBSI Sport Science Analytic (PBSI)

SportlinkNews - Hadirnya platform PBSI Sport Science Analytics merupakan upaya untuk terus menggelorakan rencana transformasi dan inovasi dalam 100 hari pertama kepengurusan PP PBSI di bawah pimpinan Muhammad Fadil Imran.

Wakil Ketua Umum I PBSI Taufik Hidayat menceritakan bahwa pilot project program ini telah dicoba oleh Tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024, namun datanya belum terstandarisasi dan masih tersebar di berbagai tempat.

Platform ini merupakan transformasi dari data manual ke digital. Dengan platform ini, sambung Taufik, data akan terintegrasi dan terstruktur sehingga dapat digunakan sebagai dasar pembuatan program latihan dan intervensi lainnya.

Baca Juga: Dacia Sandrider dan Prodrive Gunakan Inovasi Sistem Peredam Baru Hadapi Reli Dakar

“Tugas federasi adalah memfasilitasi proses dan menyiapkan suasana yang kondusif bagi perkembangan atlet."

"Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam memanfaatkan sains dan teknologi dalam membekali atlet menghadapi persaingan yang makin keras,” ujar peraih medali emas tunggal putra Olimpiade Athena 2004 ini.

Koordinator Tim Pendukung PBSI Nanang Kusuma menjelaskan, sport science adalah pemanfaatan sains sehingga program latihan dan intervensi lainnya lebih terukur, terdata, dan tertata.

Baca Juga: Di Balik Kerajaan Bisnis Pep Guardiola Senilai Rp 1,9 Triliun saat Bos Manchester City Berpisah dari Istrinya

“Apalagi dibantu dengan platform yang memungkinkan semua data dan informasi terintegrasi dalam satu tempat, sehingga perencanaan latihan dapat lebih akurat,” papar Nanang di Jakarta, (13/1).

Nanang menambahkan, untuk tahap berikutnya sudah disiapkan screening psikologis sebagai dasar pemberian latihan mental.

Kemudian screening performa teknik untuk mengetahui secara kuantitatif technical error atau enforced error.

Baca Juga: Pacu Prestasi Atlet, PBSI Luncurkan Platform Sport Science Analytics

Terakhir adalah pematangan software untuk menentukan strategi yang dipersiapkan menghadapi setiap pertandingan. Metode ini akan menggunakan basis algoritma kecerdasan buatan.

“Tahap rintisan yang kita luncurkan hari ini menghasilkan integrated athlete monitoring system untuk memantau training load, performance recoring, baik secara harian, mingguan dan bulanan,” tambah Nanang.

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB