“Di Indonesia, lebih baik ditemani pengawal keamanan. Tapi mereka sangat respek di sana, jadi mereka mendekatimu dengan respek,” ujar Mees.
Baca Juga: Persebaya Lolos Lisensi Klub AFC, Bersiap Mengarungi Pentas Kompetisi di Asia
Meski belum sempat bermain langsung di SUGBK, Hilgers menyimpan keinginan besar untuk merasakan atmosfer stadion kebanggaan Indonesia itu.
Ia membayangkan bagaimana dukungan sekitar 70 ribu suporter yang hadir langsung memberi semangat di tengah pertandingan akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan.
Menurutnya, atmosfer saat membela timnas berbeda jauh dibanding saat memperkuat FC Twente.
Baca Juga: Pesepakbola Wanita Brasil Berontak untuk Perubahan Besar
Ia menyebut bahwa dukungan suporter Indonesia jauh lebih semarak dan penuh gairah.
Apalagi, stadion milik Twente hanya mampu menampung sekitar 30 ribu penonton, jauh di bawah kapasitas SUGBK.
“Aku belum pernah bermain di Jakarta. Tapi aku pernah menginap di hotel di sana."
Baca Juga: Teknologi AI Merevolusi Ilmu Olahraga, Bisa Sejahterahkan Atlet
"Di sana lebih meriah dan lebih gila daripada di Belanda,” kata Hilgers sambil tertawa.
Mees Hilgers menjadi salah satu pemain diaspora yang dinaturalisasi untuk memperkuat timnas Indonesia.
Kehadirannya menambah kekuatan di lini belakang skuad asuhan Shin Tae-yong, sekaligus membawa warna baru dalam atmosfer sepak bola nasional.
Artikel Terkait
Tanggapan Pedas Presiden Laporta Soal Tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions
Kelewat Cantik, Atlet Panahan Ini Menikah 2 Kali dalam 3 Tahun dengan Pasangan yang Sama
Gerard Pique Dukung Luis Enrique: PSG Tak Salah Pilih Pelatih untuk Juara Liga Champions
Ramadhan Sananta Umumkan Pensiun dari Sepak Bola
Megawati Terlalu Lebay, Media Korea Soroti Kemarahannya pada Suporter Indonesia