Menurut Koki Machida, momen tersebut menjadi titik penting dalam jalannya pertandingan.
Baca Juga: Sandy Walsh Resmi Absen Bela Timnas Indonesia, Jordi Amat Kembali Latihan
Bek yang kini bermain untuk Union Berlin itu menyebut, andai Jepang kebobolan lebih dulu, situasi laga bisa berubah total.
"Jika kami kebobolan dari peluang itu, pertandingan bisa berjalan sangat berbeda," ujarnya seperti dikutip dari laman JFA.
Kekalahan dari Jepang tersebut menjadi yang terakhir bagi Indonesia sebelum pelatih Shin Tae-yong dicopot dari jabatannya pada Januari lalu.
Baca Juga: Krisis Bek Kanan, Timnas Indonesia Bisa Andalkan Asnawi Mangkualam Lawan China dan Jepang
Kini, timnas Indonesia berada di bawah asuhan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, yang diharapkan mampu membawa perubahan positif.
Federasi Sepak Bola Jepang juga mencatat, pergantian pelatih memberi harapan baru bagi Indonesia untuk mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia.
"Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berharap merealisasikan mimpi lamanya untuk lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya," tulis JFA.
Artikel Terkait
Final Liga Champions: Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi Siapkan Strategi Meredam Pemain PSG
Final Liga Champions: Lautaro Martinez akan Membawa Trofi Kembali ke Italia
Jelang Final Liga Champions, Luis Enrique: Kami Memiliki Skuad yang Luar Biasa
Lawan Inter Milan di Final Liga Champions, Penyerang PSG Ousmane Dembele Diminta Bergerak Kemanapun Dia Suka
Liga Primer Kirim Pelatih untuk Pengembangan Sepak Bola Akar Rumput di Singapura