Hasil Kongres PSSI: Perubahan Statuta PSSI, Daerah Jadi Ujung Tombak Sepak Bola Nasional

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Kamis, 5 Juni 2025 | 13:38 WIB
Ketum PSSI Erick Thohir di Kongres PSSI 2025 di Jakarta (PSSI)
Ketum PSSI Erick Thohir di Kongres PSSI 2025 di Jakarta (PSSI)

SportlinkNews - Kongres Biasa PSSI 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2025 menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya adalah perubahan Statuta PSSI.

Perubahan statuta PSSI ini akan memberikan peran yang lebih besar kepada daerah, terutama kepada Asosiasi Provinsi PSSI (Asprov), Asosiasi Kota (Askot) dan Asosiasi Kabupaten (Askab).

Ketiga asosiasi ini yang akan menjadi perpanjangan tangan PSSI untuk membangun sepakbola nasional secara merata di nusantara.

Baca Juga: Patrick Kluivert Siapkan 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Hadapi China di SUGBK

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir kepada media seusai Kongres Biasa PSSI mengatakan ada tiga poin besar perubahan statuta, yang sebelumnya Statuta 2019 diubah menjadi Statuta 2025.

"Yang terpenting dalam perubahan statuta itu bahwa peran sepak bola nasional sekarang tidak hanya bergantung hanya di nasional itu sendiri, tetapi kita berharap justru sekarang ujung tombaknya ke daerah-daerah," lanjutnya.

Karena itu, lanjut Erick, peran Asprov dalam statuta baru ini sangat kuat. Ketua Asprov PSSI tetap pemilihan terbuka.

Baca Juga: Timnas Indonesia Vs China: 4 Fakta Menarik yang Perlu Anda Ketahui

Lalu untuk membangun infrastrukturnya, pimpinan Asprov PSSI akan menunjuk yang namanya ketua Askot PSSI dan Askab PSSI .

"Selama ini ketika kita membangun sepak bola di daerah-daerah, sulit sekali koordinasi antara Asprov dan juga Kota," kata Erick.

"Dengan sekarang bersinergi seperti ini, artinya apa, ada kesinambungan dan fleksibilitas," ujarnya.

Baca Juga: Persebaya Lakukan Evaluasi Menyeluruh dari Pemain Hingga Manajemen

"Fleksibilitas ini selama ini sulit terjadi. Ada satu pulau di Kalimantan Timur lebih dekat dengan Kalimantan Utara, apa solusinya?" tanya Erick.

"Apa kita diamkan mereka tidak main bola, jarak lima jam? Kalau asprov dan askot bersatu, mereka bisa tukar supaya wilayah itu tidak masuk Kalimantan Timur tapi Kalimantan Utara karena jarak tempuhnya, semua karena biaya," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: PSSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB
X