Kamada mengakui bahwa kekalahan tersebut menyisakan pekerjaan rumah bagi Jepang, terutama dalam hal penyelesaian akhir.
Baca Juga: Persiapan Liga 1 2025/26, LIB Gelar Koordinasi dengan Komite Wasit PSSI
"Saya rasa para pemain sudah menunjukkan kualitas mereka, khususnya dalam duel satu lawan satu dan kemampuan mengatasi tekanan lawan," ujar pemain berusia 29 tahun itu.
"Namun, kami memang harus meningkatkan kualitas permainan di sepertiga akhir lapangan. Itulah yang sedang kami fokuskan sebagai tim," lanjutnya.
Hasil dari evaluasi tersebut akan terlihat saat Jepang menjamu Indonesia pada laga terakhir grup, Selasa (8/6/2025).
Baca Juga: Madura United FC Pertahankan Dua Putra Daerah Demi Membangun Fondasi Tim yang Kuat
Dalam pertemuan sebelumnya, Jepang membungkam Indonesia dengan skor 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, laga yang menjadi kekalahan terbesar tim Garuda di babak ketiga.
Kini, Indonesia datang dengan semangat baru di bawah arahan pelatih Patrick Kluivert, menggantikan Shin Tae-yong.
Kluivert menegaskan bahwa timnya siap menghadapi tantangan.
Baca Juga: Persib Perpanjang Kontrak Marc Klok Hingga 2027
"Kami sudah punya rencana permainan," kata eks striker Ajax tersebut.
"Yang paling penting adalah para pemain tahu peran masing-masing, kami punya perasaan yang baik dan akan menunjukkan semangat kami untuk Indonesia di atas lapangan," tutupnya.
Artikel Terkait
Diboyong dari Olympique Marseille, Luis Henrique Jadi Pemain Brasil ke-36 dalam Sejarah Inter Milan
Los Angeles Memorial Coliseum Jadi Markas Atletico Madrid Selama Piala Dunia Antarklub 2025
Atletico Madrid Perpanjang Kontrak Antoine Griezmann, Siap Berjuang di Piala Dunia Antarklub 2025
Bukan Ronaldo, Messi atau Neymar, Ini 10 Kandidat Peraih Puskas
Pelatih Fisik Persib Siapkan Menu Latihan Fisik Mandiri Bagi Pemain