Ia menyebut bahwa waktu bermain pemain-pemain lokal menjadi terbatas karena persaingan dengan pemain asing.
Akibatnya, saat tampil di kancah internasional, tim nasional Arab Saudi justru kehilangan kekuatan seperti dulu.
“Arab Saudi mungkin terlihat kuat karena banyak pemain Eropa, tapi pemain lokal justru kehilangan menit bermain,” jelas Shin.
Dalam pandangannya, justru negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia yang kini menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca Juga: PON Bela Diri Digelar Oktober di Kudus Tanpa Biaya Pemerintah
Ia memberi contoh performa Timnas Indonesia yang berhasil menahan imbang Arab Saudi 1-1 di laga perdana putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, pada September 2024 lalu.
Kala itu, skuad Garuda berada di peringkat 134 FIFA, jauh di bawah Arab Saudi yang menempati posisi ke-56 dunia.
Tak hanya itu, dalam pertemuan kedua di Jakarta pada November 2025, Indonesia bahkan sukses mengalahkan Arab Saudi dengan skor meyakinkan 2-0.
Baca Juga: Menunggu Sanksi Berakhir, Yuran Fernandes Tetap Memperkuat PSM Makassar di Liga 1 2025/26
Hasil tersebut membuktikan bahwa kekuatan sepak bola Tanah Air telah meningkat pesat, bahkan sejak Shin masih menjadi pelatih kepala.
Malaysia juga tak luput dari perhatian Shin.
Tim berjuluk Harimau Malaya itu baru-baru ini mencetak kemenangan mengejutkan atas Vietnam dengan skor telak 4-0.
Permainan solid serta kehadiran pemain keturunan turut mendongkrak performa mereka.
Artikel Terkait
Empat Gol Tiga Kartu Merah, Benfica Tahan Imbang Boca Juniors
Aktor Callum Turner Membintangi Kampanye Sepatu Kets Louis Vuitton
Jelang Perhelatan Liga 1 PSSI, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Lakukan Risk Assesment Stadion Sepak Bola
Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena Dipecat dari Malut United FC, Dirk Soplanit: Kami Ingin Menyelamatkan Klub
Carlos Pena Berlabuh di Persita, Ditargetkan Bawa Pendekar Cisadane Masuk Tiga Besar Liga 1 2025/26