"Dulu banyak warga Vietnam yang mengungsi karena perang."
Baca Juga: Jegal Pachuca, Al Hilal Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia Antarklub Bersiap Hadapi Manchester City
"Kini, para diaspora itu akan ditarik kembali untuk membantu membangun sepak bola mereka," tambah Erick.
Namun, di balik pujian itu, Erick juga memberi peringatan kepada sepak bola Indonesia.
Ia menilai bahwa Indonesia tidak boleh terlena dengan pencapaian saat ini dan harus terus memperkuat program pengembangan pemain muda, baik di tim putra maupun putri.
Baca Juga: Klasemen Akhir Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, Klub Eropa Mendominasi Juara Grup
"Kalau kita, baik PSSI maupun pemerintah, merasa sudah puas diri, maka bukan tidak mungkin kita akan disalip oleh Vietnam, bahkan dalam sepak bola putri pun kita masih tertinggal," ujarnya.
Erick menekankan pentingnya kerja sama antara PSSI dan pemerintah untuk mengembangkan program jangka pendek dan panjang yang serius.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan negara sangat dibutuhkan agar sepak bola Indonesia dapat terus bersaing di level regional dan internasional.
Artikel Terkait
Desain Misterius! Kostum Tandang Baru Tottenham Terinspirasi London Malam
Everton Luncurkan Kostum Kandang 2025-2026, Tandai Era Baru di Dickinson Stadium
Tiket Piala Presiden 2025 Resmi Dijual, Harga Terjangkau Rp50 Ribu
Pelatih Malaysia Pusing Hadapi Masalah Pemain Naturalisasi Jelang CAFA Nations 2025
Real Madrid Tumbangkan Salzburg, Bertemu Juventus di Babak 16 Besar Piala Dunia Antarklub FIFA 2025