FIFA Matchday September Digelar di Surabaya, Pemanasan Timnas Jelang Putaran Empat

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 00:11 WIB
Erick Thohir masih sangat aktif mengikuti pergerakan naturalisasi di kawasan Asia Tenggara.
Erick Thohir masih sangat aktif mengikuti pergerakan naturalisasi di kawasan Asia Tenggara.

SportlinkNews - Dua laga FIFA Matchday yang akan dilakoni Tim Nasional Indonesia pada September mendatang, semuanya dipastikan akan digelar di Surabaya, Jawa Timur. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir

Pada FIFA Matchday nanti, Timnas senior direncanakan akan menghadapi Kuwait dan Lebanon. "Insyaallah dua-duanya di Surabaya," tutur Erick kepada media di SCTV Tower, Jakarta, Jumat, 4 Juli 2025.

Laga ini menjadi bagian dari persiapan Timnas menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana Indonesia tergabung dalam grup berat bersama Arab Saudi, Qatar, dan negara kuat Asia lainnya.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Asia 2026: Timnas Putri Indonesia Fokus Raih Poin Penuh Lawan Taiwan

Sehingga lawan yang dibidik pun dari tim-tim Timur Tengah, agar bisa memberikan gambaran permainan para calon-calon lawan Skuat Garuda di putaran empat nanti. 

Terkait dengan target putaran empat, Erick mengatakan bahwa dirinya realistis, tetapi menginginkan para pemainnya  tetap berjuang dulu. Ia pun menegaskan bahwa perjuangan masih panjang. 

"Kita ingin jadi tuan rumah sebagai asuransi, tapi sekarang main di Saudi dan Qatar. Tentu tuan rumah lebih diuntungkan, tapi kita tetap harus fight, jangan jadi bangsa yang menyerah sebelum berjuang," tegasnya.

Baca Juga: Erick Thohir: Tidak Ada Wakil Indonesia di ACC Shopee Cup 2025, Ya Tidak Apa-apa

Ia juga mencontohkan pengalaman sebelumnya saat Timnas U-23 nyaris lolos ke Olimpiade Paris 2024 dan harus menjalani laga playoff berat melawan Guinea di Prancis.

"Babak menuju Piala Dunia ini panjang, ada round 4, round 5, lalu playoff. Tapi semua kita usahakan," kata Erick. 

Erick pun kembali menegaskan dan mengajak masyarakat sepak bola untuk bersabar serta tidak saling menyalahkan. Ia menekankan bahwa membangun sepak bola membutuhkan waktu, proses, dan kerja bersama.

Baca Juga: Erick Thohir Buka Peluang Kembalikan Format Piala Presiden ke 18 Tim, Tapi..

"Coach Shin Tae-yong saja butuh lima tahun untuk bisa membangun timnas seperti saat ini, sekarang Coach Patrick (Kluivert) dan Coach Mochi (Satoru Mochizuki) juga dapat kontrak dua tahun. Mereka, kami beri waktu dan ruang, jadi tidak perlu semuanya terburu-buru," tukasnya.

Erick menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu, bukan pemicu konflik. Ia mengaku siap menerima kritik, namun mengajak publik untuk menjaga atmosfer yang positif demi kemajuan bersama.

"Ini era demokrasi, silakan kritik. Tapi mari kita bangun sepak bola bersama, bukan saling menjatuhkan," pungkas Menteri BUMN tersebut.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X