SportlinkNews - PSSI melakukan perubahan struktur kepelatihan Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia. Restrukturisasi ini bagian strategis untuk menghadapi padat agenda kompetisi internasional.
Hal ini disampaikan oleh Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI sekaligus penanggung jawab Timnas Putri Indonesia di Jakarta, Rabu, 17 Juli 2025. Menurutnya, perubahan ini bagian dari langkah percepatan pengembangan timnas putri di berbagai kelompok usia.
Selain memindahkan Satoru Mochizuki sebagai Technical Advisor untuk Timnas Putri Indonesia, PSSI menunjuk Akira Higashiyama untuk memimpin Timnas Putri U-20 yang akan dipersiapkan menuju Kualifikasi Piala Asia 2026 yang akan berlangsung di Myanmar.
Baca Juga: Carlos Pena Terus Genjot Skuat Persita Demi Menyambut Laga Perdana Super League 2025/26
Sedangkan Joko Susilo akan mengemban peran sebagai Pelatih Kepala Timnas Putri Senior, dalam menghadapi AFF Women's Championship 2025 atau dikenal dengan ASEAN Cup Putri di Vietnam, 1-14 September mendatang.
Pengalihan tugas Mochizuki sendiri karena ia memiliki latar belakang dan pengalaman internasional, sehingga pelatih asal Jepang itu bisa lebih berkonsentrasi dalam memberikan fondasi teknis yang kuat dan mendampingi seluruh elemen tim dalam proses pengembangan.
"Coach Mochizuki memiliki pengalaman dan rekam jejak yang kami nilai, dan dipercaya dapat lebih berkontribusi dalam membangun pola pembinaan dan sistem permainan berkelanjutan bagi Timnas Putri," ujar Vivin.
Baca Juga: Super League Segera Dimulai, Ini Jadwal Pertandingan Pekan Pertama Musim 2025/26
Seiring dengan tugas barunya, struktur kepelatihan Timnas putri di berbagai level juga diubah. Timo Scheunemann ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Timnas Putri U-16, yang akan berlaga di Piala AFF U-16, 20 Juli-3 Agustus ini di Solo.
Dengan jadwal kompetisi yang hampir bersamaan, mulai dari Piala AFF U-16, Piala ASEAN Senior, hingga Kualifikasi Piala Asia U-20 2026, tim pelatih akan bergerak cepat untuk memastikan seluruh skuat Timnas seluruh kelompok usia siap berlaga dengan performa optimal.
PSSI juga menekankan pentingnya pemisahan struktur kepelatihan, terutama mengingat waktu pelaksanaan Piala AFF Putri Senior berdekatan dengan ajang U-19.
Baca Juga: Resmi, Erick Thohir Tunjuk Kota Depok Tuan Rumah Liga 4
"Pemisahan tim pelatih ini penting agar persiapan masing-masing tim dapat berjalan optimal. Baik tim senior maupun U-19 harus mendapatkan pendampingan maksimal," tambah Vivin.
Artikel Terkait
Timnas Putri Indonesia Menyesal, Tapi Belum Menyerah: Garuda Pertiwi Belajar dari Kekalahan
Kualifikasi Piala Asia 2026: Timnas Putri Indonesia Fokus Raih Poin Penuh Lawan Taiwan
Gagal Lolos Piala Asia, Timnas Putri Evaluasi Diri dan Siapkan Target Baru di ASEAN Championship
43 Pemain Terpilih dari Piala Pertiwi untuk Seleksi Timnas Putri U-16
Coach Mochi Lengser, Joko Susilo Jadi Pelatih Sementara Timnas Putri Indonesia