PSSI Genjot Regenerasi Timnas Lewat Elite Pro Akademi

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 31 Juli 2025 | 23:43 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (ISTIMEWA)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (ISTIMEWA)

SportlinkNews - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan pentingnya regenerasi pemain tim nasional usia muda melalui sistem Elite Pro Akademi (EPA).

Hal ini menjadi langkah strategis federasi setelah Timnas Indonesia U-17 memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2025.

"Tim U-17 ini sebentar lagi umurnya lewat, dan tidak semua bisa memperkuat tim U-17 tahun depan. FIFA sekarang menggelar turnamen ini setiap tahun, jadi kita harus siapkan generasi berikutnya," kata Erick dalam konferensi pers di Media Center SUGBK, Kamis, 31 Juli 2025.

Erick menjelaskan, PSSI telah menyiapkan struktur pembinaan berjenjang mulai dari usia U-15 hingga tim senior.

Baca Juga: Timnas Putri Cari Nahkoda Baru, PSSI Prioritaskan Pelatih Fasih Bahasa Inggris

Pemandu bakat PSSI, Simon Rolfes, juga diminta mulai memantau langsung perkembangan pemain di EPA yang kini berjalan di Bali.

"Talenta itu harus ditata dari sekarang. Dari U-17, U-20, U-23 hingga senior, bahkan tak menutup kemungkinan nanti ada timnas U-15," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kualitas teknis, termasuk posisi-posisi krusial yang sulit dicari, seperti bek tengah berkaki kiri. Menurut Erick, pemain itu menjadi aset penting yang harus dijaga.

"Silakan cek berapa banyak klub dunia yang punya center back kaki kiri. Sangat langka, karena itu kenapa kita harus punya sistem yang menjaga regenerasi talenta semacam itu," ucap Erick menambahkan.

Baca Juga: Lionel Messi Selebrasi di Depan Pemain Atlas, Lalu Minta Maaf

Meski Indonesia masih berada di peringkat 118 FIFA, Erick menegaskan PSSI tidak ingin terpaku pada peringkat. Pembinaan berlapis dan sistematis menjadi fondasi utama dalam membentuk tim nasional yang solid.

"Kalau lolos kejuaraan dunia, alhamdulillah. Tapi sekarang yang jadi fokus adalah generasi Elite Pro Akademi selanjutnya bisa tidak lolos lagi? Karena FIFA sekarang gelar turnamen dunia setiap tahun dan itu tantangannya," tutup Erick.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X